Diterjang Badai, Sejumlah Pesawat Tempur F-22 Raptor Dilaporkan Rusak

Badai Michael yang melanda Florida pekan lalu turut menerjang Pangkalan Angkatan Udara Tyndall. Selain merusak berbagai fasilitas di pangkalan, sejumlah jet tempur F-22 juga terdampak dan mengalami kerusakan.

Angkatan Udara AS menyampaikan, sejumlah jet tempur siluman F-22 tidak sempat dipindahkan dari pangkalan sebelum badai Michael menerjang.

Dampak dari terjangan badai berkategori 4 tersebut, kerusakan parah tampak pada beberapa hanggar dengan atap yang terlepas.

Laporan dari Angkatan Udara juga menyebut adanya kerusakan yang dialami sejumlah jet tempur F-22.

Meski tidak sampai membuat rusak parah, belum dapat dipastikan kapan pesawat-pesawat itu dapat kembali diterbangkan.

“Saat kami melewati pangkalan seusai terjangan badai dan memperkirakan kerusakan yang ada.” “Jelas terlihat terjadi kerusakan di berbagai tempat, terutama di jalur penerbangan Tyndall,” kata Sekretaris Angkatan Udara Heather Wilson dalam pernyataan tertulis Angkatan Udara AS, dilansir AFP.

“Kami juga memeriksa ke dalam hanggar yang digunakan untuk menyimpan pesawat untuk menghindari cuaca saat perawatan atau atas alasan keamanan.


“Sekilas, pesawat-pesawat tersebut tampak utuh dan lebih baik dari pada yang kami kira sebelumnya, mengingat kerusakan parah yang dialami bangunan sekitarnya,” tambah pernyataan itu.

“Petugas perawatan kami akan melakukan penilaian lebih rinci terkait kondisi F-22 Raptor dan pesawat lainnya, sebelum kami dapat menyampaikan dengan pasti tingkat kerusakan dan apakah pesawat dapat diperbaiki untuk kembali diterbangkan,” lanjut pernyataan Angkatan Udara.

Baca Juga:  Amerika Tolak China Ikut Latihan Bersama RIMPAC 2018

Meski demikian ditegaskan Angkatan Udara, bahwa kerusakan yang terjadi lebih kecil dibandingkan dengan yang dikhawatirkan sebelumnya dan indikasi awal cukup menjanjikan.

Biaya unit jet tempur siluman F-22 tersebut mencapai sekitar 150 juta dolar AS (sekitar Rp 2,2 triliun) dan dapat melonjak menjadi lebih dari 330 juta dolar (Rp 5 triliun) setelah ditambahkan biaya penelitian dan pengembangannya.

Badai Michael menerjang Florida pada Rabu (10/10/2018) pekan lalu dengan kecepatan angin mencapai 250 kilometer per jam dan tercatat sebagai badai paling dahsyat yang pernah menerjang AS sejak 1969.

Badai itu menimbulkan korban jiwa mencapai setidaknya 17 orang di empat negara bagian. Kerusakan paling parah akibat bada Michael dialami Florida.

Sumber: kompas.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan