DPR: Tambahan Anggaran Kemenhan-TNI Jauh dari Kebutuhan MEF

12038530_888708177875535_294006852011869464_n

JAKARTA — Anggota Komisi I DPR,
Sukamta menilai tambahan anggaran Kementerian
Pertahanan dan TNI sebesar Rp 37 triliun pada 2016, masih
jauh dari kebutuhan untuk memenuhi minimum essential forces (MEF).

Ia menjelaskan saat ini ada perubahan lingkungan strategis
regional dan kawasan, misalnya di wilayah Laut China Selatan.

Menurutnya, intensitas dan eskalasi di wilayah itu membuat
negara-negara yang terlibat, menganggarkan belanja alat
utama sistem pertahanan (alutsista) cukup besar.

“Misalnya Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Tiongkok yang
akhirnya juga mendorong Jepang mengubah doktrin
keamanan dan bela diri,” ujarnya, Sabtu (26/9).

Sukamta menilai semua itu menuntut Indonesia untuk
waspada dan atisipatif agar apabila suatu saat benar-benar
terjadi konflik maka Indonesia tidak tertinggal.
Selain itu, menurutnya di dalam negeri Indonesia, ancaman
separatisme dan terorisme, juga menuntut kewaspadaan.

“Walaupun itu utamanya tupoksi polisi namun ketika sudah
terjadi terorisme bersenjata, TNI harus siap siaga,” katanya.
Politikus PKS itu menjelaskan, di sisi lain kesejahteraan TNI
juga mendesak ditingkatkan, seperti banyak perumahan TNI
yang kurang layak dan uang lauk pauk.

Menurutnya, semua faktor-faktor tersebut membutuhkan
dukungan anggaran yang cukup, sehingga tambahan
anggaran Kemhan dan TNI senilai Rp 37 triliun dinilainya masih kurang.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq
menegaskan Komisi I setuju penambahan anggaran
Kementerian Pertahanan dan TNI tahun 2016 senilai Rp 37 triliun.

Baca Juga:  Susahnya Masuk Kokpit Helikopter Apache AH-64 TNI AD

“Komisi I DPR pada prinsipnya mendukung penambahan
anggaran Kemhan dan TNI tahun 2016 senilai Rp 37 triliun,”
katanya di Jakarta, Jumat (25/9).

Ia menjelaskan, setelah Komisi I DPR menyetujui maka akan
diajukan ke Badan Anggaran DPR untuk dibahas lebih
lanjut. Menurutnya, dana tambahan itu akan digunakan
untuk kebutuhan kesejahteraan pegawai dan pembelian alutsista.

“Paling banyak (digunakan) untuk alutsista sekitar Rp 30 triliun,” ujarnya.

Tahun anggaran 2015, Kementerian Pertahanan dan TNI
mendapat Rp 102 triliun dengan alokasi untuk alutsista
sekitar Rp40 triliun. Sementara itu, pada 2016 pagu
anggaran Kemhan dan TNI hanya Rp95 triliun atau turun
sekitar Rp7 triliun dibandingkan anggaran 2015.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan