DSEI 2017: MBDA Tampilkan Sistem Hanud Land Ceptor AD Inggris

Sistem pertahanan udara Land Ceptor MBDA melakukan debut penampilannya pada pelataran parkir luar di cara pameran peralatan pertahanan dan keamanan internasional DSEI (Defence and Security Equipment International)2017 di London tanggal 12-15 September. Land Ceptor menggunakan rudal baru Common Anti-air Modular Missile (CAMM) dan akan mulai dioperasikan oleh Angkatan Darat Inggris sebagai pengganti sistem pertahanan udara Rapier. Dibandingkan dengan Rapier, Land Ceptor memiliki jangkauan lebih dari tiga kali lipat (25 km +) dan mampu mencegat sasaran yang sulit dalam kondisi cuaca apapun, termasuk rudal jelajah dan munisi pintar (precision guided munitions).

Total ada enam negara yang telah memilih keluarga CAMM (Brasil, Chili, Italia, Selandia Baru, Inggris, Spanyol) untuk memenuhi kebutuhan kemampuan pertahanan udara masa depan mereka di laut dan darat. Dalam kedinasan AL Inggris, sistem ini dikenal sebagai Sea Ceptor, yang juga memulai debutnya di DSEI 2017 menyusul uji tembak yang sukses dari kapal perang Type 23 HMS Argyll. Dengan membeli rudal yang sama untuk memenuhi kebutuhan pertahanan udara baik Angkatan Darat maupun Angkatan Laut Inggris, biaya
pengembangan dapat ditekan secara signifikan dan kedua angkatan tersebut dapat memanfaatkan stok rudal bersama yang secara signifikan mengurangi biaya pengadaan dan biaya dukungan.

Land Ceptor yang ditampilkan pada DSEI, yang telah melakukan uji coba kualifikasi untuk Angkatan Darat Inggris, menampilkan desain yang telah direvisi secara substansial pada prototip pengembangan awalnya dan memasukkan banyak fitur baru. Keputusan untuk memanfaatkan kendaraan HX-77 yang operasional pada AD Inggris sebagai kendaraan platform untuk Land Ceptor memungkinkan kemampuan sistem tersebut dapat diperluas, sekaligus meminimalkan jumlah armada kendaraan secara keseluruhan.

Baca Juga:  Arah Strategi Alutsista Pertahanan Udara Indonesia

Fitur utama baru dari desain baru tersebut adalah peluncur modularnya. Peluncur dilengkapi dengan modul pemuatan palletised yang memungkinkan pemuatan ulang magazin amunisi secara cepat, dan kemampuan bongkar/pasang yang memungkinkan pilihan angkutan udara/ laut/kereta api yang lebih luas dan untuk beroperasi secara fixed atau semi-fixed. Pada peluncur nampak 12 kanister yang mengemas
sekaligus menjadi peluncur bagi rudal CAMM. Modul interface yang umum memungkinkan peluncur untuk dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam berbagai macam kendaraan.


Ruang muatan pada kendaraan yang lebih besar memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam hal peralatan misi yang dapat dibawa, termasuk – pembangkit listrik, perangkat fire control, perangkat komando dan pengendalian (C2), datalink rudal, komunikasi radio dan modul sensor EO/IR opsional. Sistem ini memberikan keleluasaan bagi peluncur untuk bertindak sebagai unit penembak yang independen, dan juga dalam konfigurasi baterai jaringan. Muatan yang meningkat ini juga dapat digunakan untuk membawa rudal pencegat jarak jauh CAMM-ER, yang dapat memberikan pertahanan udara hingga 40km+ untuk pelanggan yang membutuhkan jangkauan lebih besar.

Land Ceptor adalah konfigurasi peluncuran Enhanced Modular Air Defense Solutions (EMADS) yang stabil. EMADS menyatukan sistem dan teknologi terbaik dari seluruh basis MBDA di Eropa untuk menghemat waktu, biaya pengembangan dan menyediakan sistem yang fleksibel untuk pertahanan udara.

Sumber : armyrecognition.com (diterjemahkan dan diedit oleh TSM)

Baca Juga:  Dua Pesawat Tempur F-16/52ID TNI AU Masih Terkendala di Hawaii

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan