Dua Jenderal Turki ditangkap di Dubai

Dua jenderal Turki yang bermarkas di Afghanistan ditahan oleh pihak berwenang di Dubai menyusul percobaan kudeta militer di Turki yang berhasil digagalkan pada pertengahan Juli lalu.

Dilaporkan Al-Arabiya, mengutip CNN Turk, sejumlah sumber diplomatik pada Selasa (26/7) mengidentifikasi kedua jenderal itu, yakni Mayor Jenderal Cahit Bakir, seorang komandan pasukan Turki yang bertugas di pasukan keamanan yang dipimpin NATO di Afghanistan; dan Brigadir Sener Topuc, jenderal yang mengawasi pendidikan dan bantuan di negara yang dilanda perang. 

Kedua jenderal itu akan diekstradisi pada hari yang sama.


Kudeta militer yang terjadi pada 15 Juli tengah malam lalu menewaskan setidaknya 246 orang. Kekacauan terjadi ketika faksi militer yang berupaya menggulingkan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan menggunakan jet tempur, helikopter dan tank untuk merebut bandara dan sejumlah gedung pemerintah, termasuk gedung parlemen.

Setelah kudeta berhasil digagalkan, Erdogan menangkap sekitar 60 ribu orang, mulai dari jajaran militer, polisi, pejabat pengadilan, akademisi, guru, kementerian, pegawai negeri sipil hingga awak media, yang dicurigai mendukung atau terkait dengan kudeta.

Sebanyak delapan personel militer Turki yang melarikan diri ke Yunani menggunakan helikopter juga kini telah dijebloskan ke dalam penjara di Turki.
Puluhan diplomat juga dipecat oleh kementerian luar negeri Turki pada Selasa karena diduga terkait kudeta. Mereka yang dipecat dicurigai sebagai “simpatisan Gulenis,” menurut laporan harian Turki, Hurriyet.

Baca Juga:  Donal Trump Akan Paksa Korea Selatan Beli F-35 Lebih Banyak Setelah Harganya Turun

Gulenis merujuk kepada gerakan para pendukung Fethullah Gulen, ulama Turki yang dutuding mendalangi kudeta. Gulen sendiri, yang kini tinggal dalam pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat, membantah terkait dengan kudeta, dan menyatakan tak setuju dengan upaya penggulingan pemerintahan dengan aksi kekerasan semacam itu.

Gurcan Balik, kepala penasehat untuk mantan menteri luar negeri Ahmet Davutoglu, dan mantan duta besar Turki untuk Kanada Tuncay Babali merupakan sejumlah nama yang dilaporkan kehilangan posisi mereka karena dituduh terkait dengan Gulenis.
Pekan lalu, Ankara mengirimkan permintaan ekstradisi Gulen secara resmi kepada AS. Namun, para pakar menilai proses ekstradisi dapat memakan waktu bertahun-tahun.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan