Dua Kapal Perang TNI AL Kelas KRI RE Martadinata Lakukan Uji Tembak Torpedo Anti Kapal Selam

KRI Raden Eddy Martadinata (KRI REM)-331 dan KRI Diponegoro (KRI DPN)-365 merupakan 2 Alutsista TNI AL dari jajaran Satkor Koarmada II melaksanakan penembakan Torpedo A244S kepala latihan dengan sasaran CTS106D di perairan utara Situbondo Jawa Timur, Kamis, (7/7/2022).

A244-s adalah torpedo ringan, dengan sistem fire-and-forget buatan Italia yang digunakan untuk sebagai senjata anti-kapal selam. Dapat diluncurkan dari kapal permukaan atau dari pesawat, dan mendeteksi target melalui pencari suara sasaran.

Sebagai informasi, A244/S Mod. 3 diakuisi menggunakan fasilitas kredit ekspor tahun anggaran 2011-2014. Kontrak pembeliannya dilakukan pada tahun 2017 dengan nilai 4 juta euro. Kontrak berlangsung selama tiga tahun sampai pengiriman, dan pembayaran atas kontrak dibiayai oleh Bank Spanyol BBVA cabang Italia serta akan dibayar lunas pada tahun ketujuh.

Setelah penembakan Torpedo A244S kepala latihan dengan sasaran CTS106D oleh 2 KRI tersebut selanjutnya KRI REM-331 melaksanakan tracking SCRAB II TDX-217 dan tracking SCRAB II TDX-218 di perairan utara Pasuruan Jawa Timur. Latihan ini juga dalam rangka mendukung uji fungsi Alutsista yang dimiliki Puspenerbal.

Selain melibatkan KRI REM-331 dan KRI DPN-365, latihan ini juga melibatkan KRI Pulau Rupat-712, KRI Tombak-629, Helikopter Panther 1303 dari Puspenerbal sebagai unsur pengamanan.

Latihan ini ditinjau langsung Asops Kasal Laksda TNI Dadi Hartanto, Danguspurla Koarmada II Laksma TNI Deny Prasetyo onboard di KRI REM-331, sedangkan pejabat lainya Kadisopslatal Laksma TNI Eko Wahjono, dan Kadissenlekal Laksma TNI Teguh Prasetyo onboard di KRI DPN-365.

Baca Juga:  Ekspedisi Papua Temukan Suku Yang Belum Kenal Indonesia

Kegiatan latihan penembakan ini selaras dengan program prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono yakni terkait pembinaan SDM TNI AL yang unggul dan meningkatkan kesiapsiagaan Sistem Senjata Armada Terpadu yang memiliki daya gerak dan daya gempur yang tinggi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan