Dua Korea Sepakat Berdamai, Dunia Menyambut Bahagia

Pertemuan dua pemimpin Korea akhirnya benar-benar menghasilkan langkah yang kongkrit dalam upaya menghapuskan kekuatan Nuklir dan menurunkan tensi perang antar dua negara.

Perang dua korea selama ini berhenti hanya melalui perjanjian gencatan senjata. Namun sekarang sepertinya kedua negara sudah benar-benar sepakat menghentikan perang tersebut.

Presdien Korea Selatan, Moon Jae-In mengungkapkan: “Sangat penting bahwa Korea Utara mengambil langkah pertama untuk membekukan nuklir. Ini akan menjadi awal berharga untuk denuklirisasi penuh di semenanjung Korea. Saya dengan jelas menyatakan bahwa Korea Selatan dan Utara akan bekerja sama erat untuk denuklirisasi sepenuhnya.”


Ditambahkannya, “Kim Jong Un dan saya menyatakan bersama bahwa tidak akan ada lagi perang di Semenanjung Korea dan perdamaian telah dimulai.”

Pada hari jumat 27/04/2018, kedua pemimpin telah membuat langkah bersejarah dengan masing-masing melintasi perbatasan dengan berjalan kaki.

Kedua Korea juga mengumumkan akan bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Cina tahun ini untuk mengakhiri secara resmi perang Korea dan mencari kesepakatan untuk membangun perdamaian “permanen” dan “solid”.

Sementara itu, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengatakan: “Kami akan berupaya ciptakan hasil yang baik dengan berkomunikasi erat, untuk memastikan perjanjian kami ditandatangani hari ini di hadapan seluruh dunia, tidak akan berakhir seperti perjanjian sebelumnya.”


Deklarasi itu termasuk janji untuk mengurangi senjata militer secara bertahap, menghentikan permusuhan, mengubah perbatasan jadi zona damai dan gelar dialog multilateral.

Baca Juga:  Rusia: Pesawat Bomber Strategis Tupolev Tu-160 Dimulai 2021

KTT Korea adalah pendahulu untuk pertemuan antara Kim dan Presiden AS Donald Trump, yang bakal berlangsung pada akhir Mei atau awal Juni. Pemerintahan Trump telah menerapkan pendekatan “tekanan maksimum” ke Korea Utara. Trump sendiri berkata, “Apa yang terjadi di Korea saat ini sangat membanggakan. “

Rusia berminat untuk menjadi fasilitator kerjasama antara Korea Utara dan Korea Selatan, termasuk dalam pembangunan rel kereta, pasokan gas dan energi listrik.

Sedangkan NATO berkomentar bahwa langkah ini adalah langkah yang membuat bersemangat seluruh dunia.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan