Dua Pesawat Su-30MK TNI AU Selesai Jalani Perawaran di Belarusia

OJSC 558 ARZ (Baranovichi, Republik Belarus) telah menyelesaikan perawatan dan perbaikan dua jet tempur Su-30MK milik TNI Angkatan Udara.

Menurut Scramble Magazine pada awal Juli, kedua pesawat (nomor ekor TS-3001 dan TS-3002) terlihat di lokasi pusat perbaikan pesawat di Baranavichy, kemungkinan menunggu pengiriman ke pelanggan.

Menurut publikasinya, pesawat telah ditingkatkan ke tingkatan Su-30MK2, meskipun informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Seperti yang sudah dilaporkan TSAMTO, pada 9 Desember 2015, TNI AU dalam siaran persnya melaporkan bahwa dua pesawat tempur serba guna Su-27SK dengan nomor ekor TS-2701 dan TS-2702, yang diproduksi pada tahun 2003, akan diperbaiki di Belarus. Seperti diberitakan, pada 8 Desember 2015, kedua pesawat tersebut dimuat dengan pesawat An-124 Ruslan sewaan.


Pada edisi bulan April 2018, Tribune News, mengutip perwakilan dari TNI AU, diumumkan bahwa mereka akan melakukan overhaul empat pesawat tempur Sukhoi TNI AU (dua Su-27SK dan dua Su-30MK).

Foto : Eddy Februanto Putra @ indoflyer.net

Dua pesawat Su-27SK yang diperbaiki telah dikembalikan ke pangkalan udara Sultan Hasanuddin pada 3 Agustus 2017 dengan diangkut oleh pesawat angkut An-124-100M Ruslan. Sebelumnya, pada 15 Maret 2017, dua Su-30MK yang juga diproduksi pada tahun 2003 dikirim ke Belarus untuk pemeliharaan dan perbaikan.


Menyusul pertemuan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Belarus untuk Indonesia Valery Kolesnik dengan Kepala Staf TNI AU, Marsekal Udara Yuyu Sutisna pada 25 Mei 2018 di Mabes AU Cilangkap (Jakarta Timur), diumumkan bahwa Indonesia akan menerima dua Su-30MK yang diperbaiki pada September 2018. Namun, nampaknya pengembalian pesawat tersebut ke pelanggan tertunda.

Baca Juga:  Helikopter AH-64E Apache Akan Diserahkan, Boeing Tawarkan Helikopter CH-47 Chinook

Skuadron Udara 11 dari Wing Udara 5 yang berpangkalan di pangkalan udara Sultan Hasanuddin dipersenjatai dengan 16 pesawat dari armada campuran Sukhoi, yaitu dua Su-27SK (diperoleh pada tahun 2003) dan tiga Su-27SKM (2010), serta dua Su-30MK (2003) dan sembilan Su-30MK2 (2008-2013).

Sumber : armstrade.org, defense-studies.blogspot.com by TSM Angga Saja

3 Komentar

    • Rusia punya pertimbangan sendiri, knp tidak minat di Kapal Induk… Sebab Rusia punya daratan yang sangat luas, buat apa ada kapal induk. Dan Rusia lebih tertarik mengembangkan Rudal Hypersonik penghancur Kapal Induk, seklai kena Kapal Induk beserta puluhan pesawat yang ada di atasnya hancur. Ketergantungan terhadap Kapal Induk sangat Riskan. Ketika rusak, atau cukup merusak landasannya maka gak berguna itu kapal induk seharga triliunan

      • Tapi uwak putin bilang padaku….mereka tidak tertarik.pada kapal.induk, karena tidak punya duit dan minim pengalaman membangun kapal induk modern.

        Sampai LHD saja, mereka tadinya mo beli dari perancis

Tinggalkan Balasan