Dua Pesawat Sukhoi Su-35 Hancur Lebur Di Suriah

Dua pesawat Sukhoi Su-35  dikabarkan hancur di Suriah. Ini akan menjadi catatan sejarah bagi pesawat multirole supermanuver tersebut. Meskipun hancurnya si Su-35 tersebut saat ada di atas daratan. 
Rusia memang sudah menyatakan kemenanganya di Suriah atas ISIS dan kaum pemberontak. Namun kemampuan serangan pemberontak masih bertaji. Terbukti pasa 31 Desember, kaum anti pemerintah berhasil melakukan serangan balik untuk menunjukkan bahwa mereka masih eksis dengan senjata yang cukup. 

Seperti diberitakan oleh media Kommersant yang kemudian diberitakan ulang oleh Reuters dan CNN (3/1) bahwa Pangkalan Udara Khmeimim yang menjadi pusat operasi udara Rusia di Suriah diserang habis-habisan pada tanggal 31 Desember 2017.

Para pemberontak menghujani pangakalan udara tersebut dengan mortir secara sangat akurat, menghancurkan setidaknya tujuh pesawat militer Rusia yang terdiri dari empat Su-24 Fencer, dua Su-35S dan satu buah pesawat angkut sedang An-72 yang diparkir di landasan. 

Hujan mortir juga menghancurkan satu depot amunisi atau bahan bakar juga berhasil dihancurkan.
Serangan mortir memang hampir tidak mungkin ditangkal. Berbeda dengab serangan roket atau rudal. 


Banyaknya pesawat yang hancur diduga karena penempatan pesawat tempur yang sangat berdekatan. AU Rusia sendiri juga tidak menyiapkan perlindungan berupa tanggul (revetment) yang bisa mencegah serangan semacam itu. 

Di sisi personel, sepuluh awak dan prajurit termasuk pilot juga menderita luka akibat serangan mortir tersebut. Serangan mortir tersebut dapat dikatakan berhasil memberikan pukulan luar biasa atas kemampuan serangan udara Rusia atas wilayah-wilayah Suriah yang masih menjadi kantong-kantong militan ISIS dan Jabhat al Nusra yang diperangi Rusia.

Baca Juga:  Buktikan Ancaman, Amerika Hujani Suriah Dengan 50 Rudal Tomhawk

Keamanan Pangkalan Khmeimim seharusnya menjadi tanggung jawab dari pasukan pemerintah Suriah, yang sudah menempatkan pasukan komandonya di sekitar perimeter Khmeimim. Namun mengingat serangan dengan mortir yang jaraknya hanya 10-12 kilometer saja, sudah jelas jika pasukan pemerintah Suriah gagal menjalankan tugas, atau malah berkomplot dengan penyerang.

Kementerian Pertahanan maupun Kementerian Luar Negeri Rusia sama sekali belum berkomentar secara resmi untuk menanggapi berita serangan atas Pangkalan Udara Khmeimim tersebut. Admin akan menurunkan berita terbaru apabila ada perkembangan lanjutan.

3 Komentar

  1. yang rusia dan pemerintah rusia bunuh dengan pesawat pesawat nya itu buakan isis atau pun nusra , tapi warga sipil , wanita dan anak anak , semoga allah hacurkan bashar asad , rusia dan iran sehancur hancur nya

    • Masalahnya ISIS, Nusra, para pemberontak dll… gerombolan muslim bodoh yg gampang di hasut dan di adu domba, bersembunyi di warga sipil. Klo gak mau curang keluar dari pemukiman warga sipil

Tinggalkan Balasan