Dubes Indonesia Kunjungi Pabrik Pesawat Amfibi Be-200 dan Helikopter Mi-26

Rencana Indonesia untuk membeli pesawat Amfibi Be-200 dan Helikopter Mi-26 dari Rusia semakin nyata. Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Wahid Supriyadi, awal Desember lalu mengunjungi kota Rostov on Don (1.079 km ke selatan dari Moskow) guna menjajaki peningkatan kerjasama Indonesia – Rusia. 

Kota Rostov adalah pusat produksi Pesawat Amfibi dan helikopter terbesar di Dunia. Dalam pertemuan dengan Gubernur Provinsi Rostov, Vasiliy Golubev, Dubes Wahid menyatakan bahwa Indonesia tertarik untuk membeli produk pesawat amfibi BE-200 dan helikopter MI-26 yang dirakit di provinsi Rostov, dikutip dari website Kemlu(4/12).

(Pesawat amfibi) BE-200 telah terbukti ampuh menangani kebakaran hutan maupun aktivitas SAR di Indonesia. Sedangkan helikopter Mi-26 baik versi sipil atau militer yang mampu mengangkut sekitar 80 penumpang atau kargo hingga 20 ton,  sangat penting bagi mobilitas pasukan maupun sebagai alat angkut di wilayah terpencil di Indonesia,” ujar Dubes Wahid.

Pesawat amfibi Be-200 dirancang untuk menangani kebakaran hutan, memberikan bantuan darurat di wilayah yang dilanda bencana alam, melakukan operasi Search and Rescue (SAR)di air, memonitor keadaan lingkungan dan juga sebagai pesawat angkut baik sipil maupun militer.

Dubes Wahid juga menyatakan ketertarikan Indonesia membeli gandum yang merupakan salah satu primadona ekspor provinsi Rostov



“Setiap tahunnya Indonesia membutuhkan sekitar 7 juta ton tepung terigu mengingat masyarakatnya adalah konsumen kedua terbesar mi instan. Mulai tahun ini, Indonesia juga mulai mengimpor tepung terigu dari Rusia,” ujar Dubes penggemar bulutangkis ini.

(PR kemenlu)

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan