Enggak Mau Kalah, Amerika Kembangkan Rudal Hypersonik Lawan Rusia

Direktur Badan Pelaksana Riset Lanjutan Pertahanan Pentagon (DARPA), Steven Walker menyatakan, pihaknya ingin turut mengembangkan rudal hypersonik, seperti yang dilakukan Rusia. Namun menurutnya, anggaran militer Amerika Serikat (AS) tidak mencukupi untuk Pentagon melakukan hal itu.

Pernyataan Walker itu muncul saat dia melakukan jumpa pers di Washington. Dalam jumpa pers itu beberapa wartawan menanyakan apakah AS menghabiskan cukup banyak anggaran untukk mengembangkan senjata hypersonik, Walker menyatakan tidak cukup banyak.

“Sayang sekali saya akan mengatakan tidak,” kata Walker dalam jumpa pers tersebut, seperti dilansir Russia Today pada Sabtu (3/3).

“Uang yang dialokasikan dalam anggaran ini sangat bagus, tapi mereka benar-benar fokus untuk menambahkan lebih banyak uji coba dan mendapatkan beberapa kemampuan ofensif kami lebih jauh ke dalam prototip operasional. Kami membutuhkan lebih banyak uang yang dialokasikan untuk infrastruktur dalam mengembangkan senjata hypersonik,” sambungnya.



Sebelumnya, Juru bicara Pentagon, Dana White pihaknya tidak terkejut dan tidak gentar dengan ancaman yang disampaikan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Putin menyatakan bahwa Rusia tengah mengembangkan rudal yang tidak akan bisa dicegah oleh sistem pertahan udara manapun dan mampu mencapai belahan dunia manapun.

Dia kemudian menuturkan, satu-satunya cara untuk melindungi AS dari berbagai ancaman di dunia adalah dengan mengembangkan dan memperkuat kemampuan nuklir.

“Kami perlu memastikan bahwa cadangan nuklir kita tetap menjadi pencegah nuklir yang andal. Itulah kuncinya, Kami siap membela bangsa ini tidak peduli apa,” sambungnya. (sindonews.com)

Baca Juga:  Aljazair Resmikan Dua Kapal Selam Kelas Kilo

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan