Erdogan Bilang Sistem S-400 Bukan Ancaman F-35, Trump Salahkan Obama

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengklaim bahwa sistem pertahanan udara S-400 bukanlah ancaman bagi pesawat tempur F-35, juga tidak ada bukti konkret bahwa jika mereka memilikinya akan berbahaya bagi pengembangan F-35 seperti klaim Amerika Serikat (AS).

Turki telah mendapat kiriman sistem arhanud S-400 dari Rusia yang memicu ketegangan hubungan antara Ankara dan Amerika beserta negara anggota NATO.

Akibatnya, AS dan sekutunya mengeluarkam Turki dari program konsorsium bersama Joint Strike Fighter F-35. Washington sendiri juga mengancam akan menjatuhkan sanksi negaranya Erdogan itu.

Peran Turki sendiri cukup besar, mereka telah menyetor dana senilai lebih dari USD1,25 miliar ke dalam produksi pesawat generasi kelima tersebut. Ankara juga telah terlibat dalam produksi beberapa komponen untuk pesawat siluman itu dan telah berencana untuk membeli 120 unit.

Namun, pada bulan lalu, setelah dimulainya pengiriman komponen S-400 ke Turki, AS mengumumkan bahwa Washington membatalkan penjualan jet tempur F-35 Ankara. Gedung Putih kemudian mempertimbangkan sanksi terhadap Ankara di bawah undang-undang sanksi bernama Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) 2017.

Namun Turki balik mengancam, mereka siap membatalkan pesanan pesawat Boeing komersilnya jika Washington menjatuhkan sanksi terkait pembelian S-400.

Trump sendiri malah menyalahkan Presiden Barack Obama terkait kisruh akuisisi S-400 Rusia oleh Turki. Menurut Trump, Ankara sejatinya akan lebih memilih untuk membeli sistem rudal Patriot AS, tetapi tidak ditawari kesepakatan pembelian oleh pemerintah Obama sampai akhirnya terlambat.

Baca Juga:  Trump Minta Boeing Buat Pesawat Tandingan F-35 Yang Lebih Murah

Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan