Erdogan: Kami Tidak Akan Pernah Keluar Dari Suriah

Serangan balasan dari Turki ke arah posisi pasukan pemerintah Suriah makin gencar. Ratusan artileri baru telah didatangkan ke Provinsi Idlib untuk merebut kembali posisi mereka yang sempat terpukul mundur. Ini merupakan pembalasan atas kematian 22 tentara Turki.

“Semua target rezim pemerintah (Suriah) akan terus mendapat serangan dari udara dan darat,” kata Direktur Komunikasi Presiden Recep Tayyip Erdogan, Fahrettin Altun, ditulis AFP. “Agresi Turki di tanah Suriah akan terus berlanjut.”

Provinsi Idlib adalah bagian dari Suriah yang sekarang berada dalam kontrol Turki.

Kekerasan di Suriah terjadi sejak 2011. Perang yang terjadi di Suriah merupakan situasi yang sangat rumit, tidak sesederhana satu sisi melawan sisi yang lain.

Konflik bermula antara pasukan pemerintah melawan pasukan pemberontak. Pasukan pemerintah mendapat sokongan Rusia, sedangkan pemberontak disokong Turki. Lalu kemudian muncul ISIS, Amerika bersama sekutunya masuk ke medan perang dengan alasan menumpas ISIS bekerja sama dengan Etnis Kurdi yang sebelumnya netral.

Saat Kurdi makin kuat dengan sokongan AS, Turki secara penuh masuk ke Suriah melawan Kurdi dengan alasan memburu pemberontak Kurdi. Iran juga masuk membantu Suriah untuk membendung serangan Israel.

AS menarik dukungan ke Kurdi. Suriah yang tidak mau wilayahnya dimasuki kekuatan asing tanpa izin menyerang posisi Turki tapi tanpa dukungan Rusia, karena Rusia sedang akrab dengan Turki. Terjadilah perang Suriah vs Turki.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan