Erdogan Pecat 11.500 Guru Etnis Kurdi Dengan Alasan Terorisme

Presiden Erdogan memerintahkan pemecatan ribuan guru asal etnis Kurdi dengan dakwaan punya hubungan dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK), partai politik yang diidentifikasi sebagai organisasi teroris separatis oleh rezim Erdogan.

Di tengah pembersihan besar-besaran sektor sipil Turki setelah kudeta yang gagal, menyebabkan pemecatan lebih dari 100.000 orang dari pekerjaan mereka dan penangkapan hampir 40.000 akademisi, guru dan wartawan. Rezim Presiden Recep Tayyip Erdogan sekarang membidik musuh lama – separatis Kurdi.

Pada hari Kamis 08/09/2016, Ankara memerintahkan pemecatan 11.500 guru yang diduga terlibat dalam kegiatan “mendukung organisasi teroris separatis (Partai Pekerja Kurdi ‘atau PKK) dan afiliasinya.” Pemecatan ini datang pada saat sektor sipil negara itu sudah bingung dengan gelombang pengunduran diri paksa pada bulan Juli. Erdogan sendiri saat ini sedang ditekan oleh negara-negara Uni Eropa mengenai kebebasan sipil.


Erdogan sepertinya tak ambil pusing, dia sama sekali tak peduli dengan kecaman dari Amerika dan anggota Uni Eropa. Baginya popularitasnya didalam negeri yang penting semakin tumbuhsetelah kudeta yang gagal yang disebutnya “hadiah dari Allah.”


Sebelum kudeta, Presiden Turki itu mengamandemen konstitusi untuk menghapus kekebalan legislatif para legislator asal minoritas Kurdi sehingga mereka dapat dituntut berdasarkan jangkauan hukum ‘terorisme’ serta hak baginya untuk memberlaluka otoritas darurat setelah kudeta. Lagi-lagi, tampaknya Erdogan memang sangat berniat untuk semua menghilangkan oposisi.

Baca Juga:  Banyak Atlit Lolos Wajib Militer, Korea Selatan Siap Batalkan Kebijakan Emas Asian Games

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan