F-16 AU Amerika Tembak Jatuh Drone dengan Roket Berpemandu Laser

Pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Amerika Serikat berhasil menembak jatuh drone dengan roket Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS), kata pihak Angkatan Udara Amerika Serikat (AU AS).

Selama pengujian yang dilakukan pada tanggal 19 Desember, sebuah pesawat tak berawak subskala, yang menirukan rudal jelajah, ditembak jatuh menggunakan roket berpemandu laser AGR-20A Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS). Tes ini merupakan pembuktian konsep untuk menggunakan roket dengan bantuan pod penargetan F-16 sebagai amunisi yang layak untuk melakukan Pertahanan Rudal Jelajah (Cruise Missile Defense – CMD).

F-16 yang melakukan intersepsi merupakan bagian dari Skadron Tes dan Evaluasi ke-85 USAF (85th TES) yang berpangkalan di Eglin Air Force Base, Florida. 85tg TES adalah bagian dari 53rd Wing, yang merupakan wing uji operasional utama dan evaluasi untuk Angkatan Udara AS.

“Pengujian ini belum pernah dilakukan sebelumnya dan akan membentuk masa depan tentang bagaimana Angkatan Udara melakukan misi CMD,” kata Kolonel Ryan Messer, komandan, 53rd Wing. “Ini adalah contoh utama bagaimana 53rd Wing menggunakan sumber daya yang tersedia untuk membangun cara-cara inovatif yang meningkatkan kemampuan tempur untuk unit tempur kami.”

Roket AGR-20A adalah konversi desain roket tanpa kendali Hydra 70 dengan kit pemandu laser untuk mengubahnya menjadi amunisi presisi berpemandu (PGM). Awalnya dikembangkan sebagai senjata udara-ke-darat berbiaya rendah, dengan collateral damage yang rendah untuk digunakan di Afghanistan dan Irak. Adaptasi AGR-20A untuk penggunaan lawan sasaran udara menjadi hal yang sangat penting.

Baca Juga:  Pesawat Tempur AU India Jatuh Lagi, Kali Ini MIG-23 dan Sebuah Helikopter

AGR-20A berharga jauh lebih murah daripadaAIM-120 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile (AMRAAM) yang biasa digunakan untuk misi Pertahanan Rudal Jelajah (CMD). Selain itu, AGR-20A dapat dimuat lebih cepat dari AIM-120 dan sebuah pesawat dapat membawa dua hingga tiga kali lebih banyak.

Menemukan senjata CMD yang lebih hemat biaya adalah merupakan isyu #2 dari 76 Tactics Improvement Proposals menyusul Weapons and Tactics Conference Januari 2019, yang dikenal sebagai WEPTAC. 85th TES merencanakan dan melakukan pengujian dengan dukungan di Angkatan Udara AS dan mitra kontraktor

Sumber : defpost.com, TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan