F-16 AU Belanda Gunakan BBM Biofuel Bekas Minyak Goreng, Indonesia Siap Menyusul?

Angkatan Udara Kerajaan Belanda atau Royal Netherlands Air Force (RNLAF) diam-diam membuat gebrakan dengan mengganti BBM avtur/JP8 dengan Biofuel untuk bahan bakar F-16.

Seperti dilansir oleh laman renewableenergymagazine.com (16/1/2019), tes uji coba penggunaan BBM ramah lingkungan ini dilakukan pada pesawat F-16 yang berpangkalan di Lanud Leeuwarden.

“Transisi menuju sustainable aviation fuel (SAF) adalah kunci penting bagi Angkatan Udara Kerajaan Belanda. Pada 2010 kami melakukan penerbangan demonstrasi pertama dengan helikopter Apache menggunakan biofuel. Kami saat ini ingin bekerja menuju pengoperasian SAF di semua pesawat,” kata Kolonel Paul de Witte, Kepala Regulasi dan Pengembangan Bahan Logistik RNLAF Biofuel yang digunakan untuk F-16.

Biofuel yang digunakan berasal dari minyak goreng bekas atau minyak jelantah.Kementerian Pertahanan Belanda menyebut bahwa pihaknya telah menerima 400 ribu liter biofuel yang berasal dari olahan cooking oil (minyak goreng) selama seminggu pada 14 Januari lalu. Campuran SAF nya sendiri 5% yang dipasok oleh Shell.



Di Indonesia, olahan minyak goreng atau minyak sawit termasuk termasuk minyak jelantah (minyak goreng bekas) untuk didaur ulang menjadi biofuel bukan hal langka, telah ada beberapa perusahaan yang menyediakan jasa mengolahnya.

Untuk kasus F-16 AU Belanda ini,
biofuelnya diproduksi perusahaan asal Amerika Serikat, World Energy. Sementara untuk campuran AF-nya disuplai oleh SkyRNG dan Shell Aviation.

Baca Juga:  Amerika Siap Jatuhkan Sanksi Pada Pembeli Minyak Dari Iran, Termasuk China

Targetnya pada tahun 2030, AU Belanda ingin mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil hingga 20 persen, dan pada 2050 meningkat menjadi 70 persen.

Pemerintah Indonesia sendiri juga sudah punya wacana untuk menggunakan biofuel untuk penerbangan, baik sipil dan militer. Secara umum dari FAA (Federal Aviation Administration) lembaga aviasi Amerika telah menyatakan bahwa biofuel aman dan tidak mengganggu keselamatan dalam penerbangan.

Indonesia akan menggunakan bahan alami dari sawit. Pihak FAA sudah mengamini dan melakukan pengawasan serta membantu dalam urusan transfer teknologi terkait biofuel. Kenapa sawit dipilih? Lantaran sawit tersedia banyak di Indonesia. Bahan biofuel di tiap negara memang berbeda, seperti Amerika yang menggunakan bahan dari tebu.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan