F-16 Korea Selatan Akan Upgrade Jadi Versi F-16 Viper

Korea Selatan telah memberikan Lockheed Martin kontrak besar senilai $ 1,2 milyar untuk meng-upgrade 134 pesawat F-16 Fighting Falcon menjadi konfigurasi baru yang canggih. Setelah program modernisasi selesai, Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) akan memiliki versi yang paling canggih dari pesawat tempur F-16 di dunia.

“Kami benar-benar menghargai kepercayaan dan keyakinan Republik Korea yang telah diberikan kepada kami dengan kontrak ini,” kata Susan Ouzts, wakil presiden Program F-16 Lockheed Martin, dalam sebuah pernyataan. “Upgrade ini adalah bagian yang penting dari pertahanan nasional Korea Selatan dan menegaskan komitmen Lockheed Martin untuk siklus kehidupan penuh dari F-16, dari produksi hingga pemeliharannya.”

Upgrade Korea Selatan berdasarkan pada konfigurasi canggih Lockheed Martin F-16V yang lebih dikenal di kalangan pilot sebagai Viper. Fitur utama dari pesawat yang dimodernisasi adalah digunakannya radar Active Electronically Scanned Array (AESA).

Upgrade Korea Selatan juga termasuk subsistem avionik modern berdasarkan commercial off-the-shelf (COTS), sebuah display pusat dengan format besar ber-resolusi tinggi dan data bus bervolume tinggi dan berkecepatan tinggi. Kontrak Upgrade Korea Selatan diberikan melalui foreign military sales Pentagon di bawah naungan Angkatan Udara Amerika Serikat.

Ini adalah kedua kalinya Korea Selatan berupaya untuk meng-upgrade armada F-16-nya. AU Korea Selatan awalnya memilih BAE Systems pada 2012 untuk melakukan pekerjaan modernisasi tersebut. Namun, kesepakatan itu dibatalkan setelah Angkatan Udara AS memberikan kontrak kepada Lockheed Martin untuk mengembangkan dan menginstal paket modernisasi F-16 yang disebut Combat Avionics Programmed Extension Suite (CAPES). CAPES akan menjadi konfigurasi standar untuk F-16, tetapi program itu akhirnya dibatalkan karena krisis anggaran di akhir tahun 2014.

Baca Juga:  7 Pesawat Tempur Rafale AU Prancis Mendarat Darurat di Aceh

Program upgrade BAE yang dirancang untuk armada F-16 AU Korea Selatan menggunakan radar Raytheon APG-84 or Raytheon Advanced Combat Radar (RACR), tetapi program CAPES yang dikembangkan AU AS- yang mana konfigurasi F-16V didasarkan, menggunakan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) Northrop Grumman APG-83 Scalable Agile Beam radar (SABR). Baik Lockheed Martin maupun Korea Selatan belum menyatakan radar yang mana yang akan digunakan dalam upgrade AU Korea Selatan yang baru.


Ada kemungkinan bahwa Seoul sekali lagi akan memilih APG-84 untuk program upgrade tersebut, tetapi mengingat bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat lebih memilih APG-83, akan lebih masuk akal untuk menginstal radar buatan Northrop Grumman tersebut. APG-83 juga memiliki kelebihan dengan menggunakan komponen dan perangkat lunak yang mempunyai kesamaan dengan radar APG-81 pesawat tempur stealth F-35 yang juga rencananya akan dibeli oleh Seoul. Radar apapun yang akan dipilih, penambahan radar AESA tersebut secara besar-besaran akan meningkatkan kemampuan tempur F-16 yang sudah tangguh.


Selain dari upgrade radar, masih belum jelas sistem lain apa yang akan termasuk dalam upgrade Korea Selatan. Upgrade rancangan BAE Systems sebelumnya juga meliputi suite electronic warfare (EW) Raytheon AN/ALR-69A, data-link Link-16, Joint Helmet Mounted Cueing System (JHMCS), desain kokpit baru dan sejumlah senjata baru . Kemungkinan paket rancangan Lockheed Martin yang baru akan sama komprehensifnya.

Baca Juga:  Terciduk, F-22 Raptor Dilock On Sukhoi Su-35 Di Suriah

Upgrade F-16 akan menjadi pasar yang menguntungkan untuk Lockheed Martin pada tahun-tahun mendatang. Ada lebih dari 4.570 unit F-16 yang dikirim ke lebih dari 25 negara di seluruh dunia dan pesawat F-16 baru masih terus dibuat. Tidak semua dari negara-negara yang mengoperasikan F-16 tersebut akan mampu membeli atau mendapat kesempatan untuk memiliki F-35. Dengan demikian, F-16 akan terus beroperasi selama beberapa dekade yang akan datang. (nationalinterest)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan