F-16 Pesawat Tempur Paling Berpengalaman Di Dunia

Jika anda mencari pesawat tempur yang battle proven, yang paling berpengalaman, yang dikembangkan berdasarkan hasil evaluasi perang terbanyak, maka F-16 adalah jawabanya.

Pesawat ini seakan menjadi legenda hidup tentang sebuah jet tempur yang paling banyak meraih sukses di medan perang.

Popularitasnya pun makin melambung. Apalagi pesawat ini sanggup menenteng 10 ton senjata.

Namun jangan sembarangan mencanteli persenjataan pada sayapnya, salah-salah malah membahayakan pilotnya.

Betapapun handalnya sebuah pesawat “di atas kertas” namun semua pihak agaknya
memaklumi.

Bahwa semua itu tak akan ada artinya apa pun jika tidak terbukti dalam pertempuran yang sesungguhnya.

Tak sedikit yang akhirnya hanya termangu dengan predikat kedahsyatannya karena taknpernah meraih sukses, tapi ada juga yang sebaliknya. Desain tak seberapa tapi “di lapangan” bagai banteng lepas.

Nasib sial bisa dicontohkan dari pengebom tempur siluman F-117A Nighthawk.

Mulai dari konsep, desain, kecanggihan, boleh dibilang tak ada yang mengalahkan.

Namun, di medan pertempuran di Yugoslavia bulan Maret 1999 dengan mudahnya sebuah Nighthawk dijatuhkan lawan dengan senjata pertahanan udara yang tergolong sederhana. Sifat silumannya pun dipertanyakan.

Berbeda dengan F-16. Pesawat tempur yang terbilang sederhana dan “murah meriah” ini sangat mentereng reputasi perangnya, dia telah berkali kali meraih sukses.

Satu atau dua memang pernah jatuh, seperti F-16 Israel yang ditembak jatuh oleh Suriah pada bulan Februari 2018. Namun ratusan kesuksesan menutupinya.

Untuk itu F-16 telah meraih predikat “terbukti handal di pertempuran” atau yang biasa dikenalbdengan sebutan battle proven.

Pada akhirnya predikat itulah yang sangat dikejar kejar seluruh pabrik pesawat. Terutama produsen F-16, General Dinamic (GD).

Pasalnya selain bisa mempertinggi reputasi, serta merta dia juga akan dapat kepercayaan yang begitu tinggi dari negaranya. GD memang termasuk salah satu yang beruntung.


Ironisnya, sejumlah masalah internal diam diam melilitnya.

Itulah sebabnya pada tahun 1995, pabrik ini kemudian diserahkan kepada pesaingnya yang lebih sehat, Lockheed Martin.

Baca Juga:  Altay-AHT, Upaya Tank Turki Bertahan Menghadapi Ancaman Tinggi

Lalu pertempuran apa saja yang pernah mengharumkan nama si elang besi ini?

Di antaranya adalah operasi Badai Gurun ketika Perang Teluk melelus pada tahun 1991.

Sebelumnya F-16 juga melakukan operasi penghancuran rudal-rudal pertahanan udara milik PLO di Lembah Bekka, Lebanon, tahun 1978.

Ketika pecah perang di Afghanistan pada 1980-an pesawat F-16 juga turun gelanggang, khususnya sejumlah F-16 milik Angkatan Udara Pakistan. Dalam sejumlah operasinya itu, tak jarang harus berduel dengan MiG 21 dan MiG 23 milik Uni Soviet.

Dari sekian pertempuran yang pernah diikutinya, dan termasuk spektakuler adalah keterlibatan sejumlah F-16 dalam Operasi Babilon (7 Juni 1981) yang kemudian paling dikenang dunia.

Dalam operasi yang digelar AU Israel ini, delapan F-16 dengan kawalan enam F-15 berhasil menghancurkan telak sasaran reaktor nuklir Irak di kompleks nuklir besar El Tuwaitha, beberapa kilometer dari Baghdad, Irak.

Operasi ini begitu berbahaya mengingat kompleks nuklir ini dijaga ketat rudal rudal darat ke udara SA-6 buatan Rusia.

Kesuksesannya banyak dipuji karena AU Israel menggunakan strategi yang amat mengesankan dan pesawat yang tepat. Sejak lepas landas hingga mencapai sasaran, keempat belas jet tempur selalu membentuk formasi rapat.

Operasinya memang operasi senyap (silence operation) hingga tak seorang pun pilot boleh berbicara, kecuali pimpinan penerbangan.

Motif terbang seperti itu ditempuh agar radar yang menangkapnya sulit membedakannya dengan sebuah pesawat sipil jenis B-747. Operasi ini pun hanya dikendalikan oleh seorang jenderal.

Uniknya, jenderal ini pun tak pernah banyak bicara. Dia hanya mengatakan “berangkat”, ketika dinilai misi sudah tepat dimulai. Cukup satu kata, namun hasilnya amat mematikan.

Dennis Eisenberg dan Goris Ginggut dalam bukunya, Mossad: Dinas Rahasia Israel(1986), mengisahkannya dengan rinci.

Pesawat pesawat AU Israel tersebut
menempuh jarak 965 kilometer menuju sasaran yang terletak di tepi Sungai Tigris, Irak selama 80 menit.

Mereka mengikuti rencana penerbangan yang telah disusun begitu cemerlang hingga bisa luput dari tangkapan radar dan alat deteksi bunyi di pos pemantauan.

Baca Juga:  Dari Bandung, Pesawat Fokker-27 TNI AU Dikirim ke Museum Pusat Dirgantara Jogja Lewat Darat

Diduga mereka menyusuri garis perbatasan Yordania -Arab Saudi yang merupakan jalur kosong sistem radar di perbatasan. Ketika sasaran dicapai, konvoi pesawat-pesawat tempur Israel itu segera menyebar.

F-16 pertama menjatuhkan sepasang bom pintar (smart bomb) yang dikendalikan video, langsung ke kubah reaktor nuklir. Bom itu menghantam sasaran secara tepat.

Lalu, dengan jitu pesawat pesawat berikutnya menukik dan melepaskan bom bom yang dibawanya tepat ke dalam lubang yang dibuat oleh bom pintar tadi.

Reaktor nuklir itu pun sontak hancur lebur dan terbakar api.


Hebatnya, dalam operasi itu tak satu pun pesawat Israel bisa dijatukan Angkatan Bersenjata Irak.
Tak pelak diantara sekian negara pemakai, Israel memang tampak yang paling banyak menggunakan pesawat pesawat tempur buatan
AS.

Namun ada satu catatan khusus dari negara yang kerap dikecam dunia ini, yakni sudah menjadi kebiasaannya untuk senantiasa mengubah kekuatan (memodifikasi) dari setiap pesawat pesawat yang dibelinya.

F-16 Israel yang digunakan menyerbu ke Irak misalnya, baru datang beberapa bulan dari New Hampshire pada Juli 1980.

Namun sebelum digunakan menyerbu Osirak, AU Israel telah lebih dulu meningkatkan daya serangnya hingga dua kali dari kemampuan yang sebenarnya.

F-16 sebenarnya dirancang untuk bisa
membawa hampir semua jenis persenjataan. Mulai dari peluncur roket konvensional, bom konvensional seperti Mk.84, hingga rudal canggih jarak menengah AIM 120 AMRAMM.

Demikian pula dengan peralatan pengacau sinyal radio yang bisa dibawanya, dari yang paling sederhana hingga tercanggih bisa dibawanya.

Namun jenis yang biasa dibawa F-16 AU AS adalah ALQ 131 dan AQL 184.
Dari segi tentengan senjata yang bisa dibawa F-16 memang tangguh.

“Pokoknya Anda bisa mencanteli sayapnya dengan banyak sekali senjata hingga 10 ton. Sejauh Anda bisa membelinya saja,” begitu kata seorang insinyur Lockheed Martin. (tribun Jogja)

1 Komentar

  1. Keok sama Sukhoi and mig nya papa Putin. Mig Russia terbukti menang melawan pesawat2 USA dan Eropa saat perang dunia kedua.

Tinggalkan Balasan