F-16 TNI AU Beradu Dengan F-16 US Air Force di Manado

Gambar Ilustrasi

Pesawat tempur milik Amerika Serikat (AS) dan Indonesia akan beraksi adu tempur di atas langit pulau-pulau Sangihe dan Talaud yang berbatasan dengan Filipina.

Agenda itu dilakukan dalam bentuk latihan bersama antara TNI AU dengan US PACAF bersandi Cope West dan Spear Iron 2018 yang resmi dibuka di Pangkalan Udara Sam Ratulangi Manado, Senin 12 Maret 2018.

“Latihan perang ini akan berlangsung mulai 12 Maret hingga 23 Maret 2018,” ujar Wakil Asisten Operasi KSAU, Marsma TNI Anang Nurhadi, saat membuka latihan tersebut.

Anang mengatakan, ini latihan pertama dengan nama sandi Cope West berupa latihan dua negara dengan menggunakan pesawat tempur F-16 TNI AU dan pesawat F-16 dari US Air Force.

Latihan ini akan disimulasikan joint operation antara dua negara dalam satu operasi udara secara bersama. Kemudian, latihan air combat manuver yaitu simulasi pertempuran udara (dog fight) antara pesawat F-16 TNI AU dengan pesawat F-16 dari US Air Force.

“Ini adalah latihan bersama antara kedua negara bagaimana untuk meningkatkan pertahanan tempur di udara antar kedua negara,” ujarnya.

Dia menambahkan, latihan bersama yang melibatkan personel militer dan belasan pesawat dari kedua negara ini dibagi dalam dua jenis latihan yaitu jenis latihan berlangsung di wilayah Sulawesi Utara di atas Kepulauan Sangihe dan Talaud yang berbatasan dengan Filipina.

Baca Juga:  Kata Wiranto, Rusia Tak Sabar Segera Barter Sukhoi Su-35

Lalu latihan kedua dengan nama sandi spear iron atau tombak besi melibatkan unsur Pasukan Khas dari TNI AU dan CCT (Combat Control Team) Special Force dari Amerika Serikat. Kegiatan akan dilakukan di daerah Kakas Minahasa, dan akan dilakukan penerjunan malam hari.

“Saya tekankan di sini bahwa pelatihan kali ini bisa berjalan efektif dan lancar dengan tidak ada kendala apapun,” tegasnya.

Nantinya, kedua Satuan Khusus ini bekerja sama dalam melakukan berbagai kegiatan latihan berupa, penerjunan, infiltrasi, SAR, tempur, dan evakuasi.

Selain pesawat tempur, dalam latihan kali ini juga dikerahkan unsur angkut US Air Force diantaranya pesawat C-17 Globe Master, Helikopter Chinook untuk operasi infiltrasi dan SAR tempur. Pesawat C-130 Hercules, CN-295 dan Helikopter Super Puma.

“Pasukan yang terlibat adalah personil Paskhas Batalyon Komando 466 Makassar di bawah komando, Letkol Wendy Bahtiar dan Direktur Latihan Kolonel Dicky Lukman (Danwing) dari Wing 2 Paskhas,” ujarnya.


Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr menyampaikan, Amerika Serikat sudah lama menjalin kerjasama militer dengan Indonesia. Bahkan, setiap tahunnya ada seratus kali Amerika Serikat melaksanakan kerjasama militer.

“Kita juga membawa teknologi canggih paling modern dalam latihan perang kali ini. Sedangkan soal tempat latihan itu ditentukan pemerintah Indonesia,” kata Donovan.

Sementara itu, Kepala Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, Kolonel Nav Insan Nanjaya menyambut baik latihan tempur bersama TNI AU-Militer AS. Lanud Sam Ratulangi katanya, akan menyiapkan berbagai unsur pendukung diantaranya fasilitas base operation.

Baca Juga:  Apa Jadinya Papua Tanpa NKRI?

“Kemudian menyiapkan landasan pacu pesawat F-16, lalu dukungan logistik, Bahan Bakar Minyak (BBM), akomodasi dan transportasi serta dukungan evakuasi medis,” ujar Insan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan