F-18 Super Hornet Suskes Tembakkan Bom Pintar StormBreaker

Raytheon Missiles & Defense menyelesaikan guided release (menjatuhkan bom dengan dipandu) pertama bom pintar StormBreaker dari pesawat tempur F/A-18E/F Super Hornet.

Super Hornet menjadi jet tempur kedua yang dapat menggunakan senjata tersebut ketika program tersebut mencapai kemampuan operasional awal (initial operational capability- IOC) pada akhir tahun ini.

“StormBreaker adalah satu-satunya senjata yang memungkinkan pilot untuk menghancurkan sasaran bergerak pada cuaca buruk atau jika ada debu dan asap di daerah itu,” kata Cristy Stagg, direktur program StormBreaker. “Pilot Super Hornet akan dapat memanfaatkan visibilitas yang buruk menjadi keuntungan bagi mereka dengan adanya integrasi StormBreaker ini.”

Selama uji penerbangan yang dilakukan Angkatan Laut AS, StormBreaker dijatuhkan dengan aman dari pesawat jet dan berhasil menerima data panduan dari pesawat, memungkinkannya diarahkan ke sasaran saat dalam penerbangan.

GBU-53/B StormBreaker, yang sebelumnya bernama Small Diameter Bomb II (SDB II), memiliki tri-mode seeker yang revolusioner yang menggunakan imaging infrared dan radar gelombang milimeter dalam mode normal. Senjata ini juga dapat menggunakan laser semi-aktif atau panduan GPS untuk mencapai sasaran.

Seeker (perangkat pencari) rudal yang kuat dan terintegrasi ini saling berbagi informasi penargetan dengan lancar di antara ketiga mode pencarian, memungkinkan senjata untuk mengenai sasaran tetap atau bergerak kapan saja dan dalam kondisi segala cuaca. Seeker tri-mode bom StormBreaker juga dapat melihat melalui debu dan puing-puing medan perang, memberikan pilot tempur kemampuan yang tidak akan terpengaruh oleh kondisi di darat atau di udara.

Baca Juga:  Dubai Airshow 2019: UEA Beli 24 Pesawat Tempur Ringan Buatan Dalam Negeri Calidus B-250

StormBreaker dapat terbang lebih dari 45 mil (72 km) untuk menyerang sasaran bergerak dan 69 mil (110 km) untuk sasaran tetap, sehingga mengurangi waktu yang dihabiskan oleh awak pesawat untuk terbang didaerah yang berbahaya. Ukurannya yang kecil memungkinkan penggunaan lebih sedikit pesawat untuk menghancurkan jumlah sasaran yang sama tidak seperti senjata sebelumnya yang lebih besar yang membutuhkan beberapa pesawat jet.

F-15E Eagle adalah platform pertama yang menggunakan StormBreaker. Bom pintar itu juga sedang diintegrasikan pada pesawat F-35 Joint Strike Fighter (JSF).

Sumber : defpost.com via TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan