F16 Block 52 Akan Segera Pindah Markas Dari Madiun ke Pekanbaru

Pesawat tempur F16C/D Fighting Falcon Block 52ID akan segera memperkuat lagi Pangkalan Udara Utama TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau. 

Ini diungkapkan oleh Panglima Komando Operasi I TNI AU, Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna. Selama ini sudah ada satu skuadron F-16 tipe C/D, yaitu Skuadron Udara 16 TNI AU. 

“Di sini nanti rencananya akan diganti dengan F16 C/D baru dari Amerika untuk mengganti F16A/B,” kata Sutisna, di Pekanbaru, Jumat. 

Tahun 2014 Indonesia mendapat hibah 24 unit F-16C/D Block 25 eks Angkatan Udara Garda Nasional Amerika Serikat (USNG). Meskipun hibah, Indonesia harus merogoh duit 700dollar untuk memperbarui pesawat bekas tersebut untuk layak terbang lagi. 

F16 blok 25 tersebut sudah lama menjadi mobiltua bangka terparkir di lembah sampah jet tempur. Untuk bisa terbang lagi harus diupgrade mesin dan sistem avioniknya, biar lebih keren diupgrad “setara” blok 52, untuk menandingi kawanan f16 singapura.

Faktanya, walau sudah diupgrade, sistem radar ke 24 jet F16 C/D hibah tersebut tetap tak bisa setara dengan block 52 karena perbedaan struktur rangka pesawat.

Walau pihak goverment menyebutnya F-16 Block 52 ID, lalu diimbuhi huruf ID di belakang kata Block 52 itu. 

Sesungguhnya, nama seri Block 52ID itu tidak pernah digunakan diakreditasi oleh produsennya, mereka tetap menganggap ke 24 jet itu sebagai F16 block 24.

Baca Juga:  KSAD Pastikan TNI AD Tidak Beli Alutsista di Tahun 2018

Satu F-16 Fighting Falcon Block 52ID ini sudah hancur total dalam kecelakaan di landas pacu Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, tahun lalu. 

Dia mengatakan, saat ini pesawat F16C/D Fighting Falcon Block 52ID tersebut masih berada di Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Madiun. Di sana, pesawat itu dalam proses pemasangan rem udara.

“Nanti setelah selesai akan ditukar. Tipe A/B dibawa ke Madiun, yang baru segera di terbangkan ke sini,” lanjutnya.

Namun begitu, dia mengatakan untuk merealisasikan hal tersebut membutuhkan waktu karena masih banyak yang perlu diselesaikan. “Tapi diupayakan secepatnya,” kata Sutisna.

Komandan Pangkalan Udara Utama TNI AU Roesmin Noerjadin, Marsekal Pertama TNI Henri Alfiandi, menyambut baik rencana kedatangan F16C/D Fighting Falcon Block 52ID itu. 

Terdapat dua skuadron pesawat tempur TNI AU di sana, yaitu Skuadron Udara 12 yang bermaterikan Hawk 100/200 buatan British Aerospace dan Skuadron Udara 16 yang bermaterikan F-16 Fighting Falcon Block 52ID. 

Selain Skuadron Udara 16, masih ada “saudara tua” mereka yang juga bermaterikan F-16A/B, yaitu Skuadron Udara 3 yang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi. Ke-12 unit F-16A/B di Skuadron Udara 3 itu dibeli baru sama sekali sehingga Indonesia termasuk negara pertama ASEAN operator pesawat tempur itu, setelah Singapura dan Thailand. 

1 Komentar

Tinggalkan Balasan