F16 Hibah, Tidak Akan Pernah Bisa Setara dengan F16 Block 52

Uforia kedatangan 5 unit F16 hibah asal Amerika di Lanud Iswahyudi disambut antusias, namun MM mengingatkan bahwa bahwa Jet Tempur F16 block 25 (diberi kode F16 block 52ID) tersebut tak akan pernah bisa setara dengan F16 block 52 terbaru milik Singapura. Walau dalam proses hibah sudah mendapat upgrade melalui program bima sena senilai 400juta dollar.

Faktanya, walau sudah diupgrade, sistem radar ke 24 jet F16 C/D hibah tersebut, masih terbelakang dibandingkan dengan jet-jet tempur milik tetangga:

(1) F-16 C/D hibah (TNI AU) yang dibekali radar APG-68(v)9 dengan jangkauan 80 mil laut, walau memakai jenis radar yang sama, tapi karena desain blok 25 dan 52 berbeda ada beberapa sensor radar yang tidak terpasang.
(2) F-16 D+ Block 52 (Singapura) yang dibekali APG-68(v)9 dengan jangkauan 160 mil laut
(3) JAS-39 Gripen (Thailand) yang dibekali radar PS-05/A dengan jangkuan 160 mil laut
(4) SU-30 MKI (Malaysia) yang dibekali NIIP N011M Bars dengan jangkauan 173 mil laut.

Lebih parah lagi, F16 hibah belum dilengkapi teknologi IFF (Identification Friend or Foe) padahal pesawat tetangga di ASEAN telah memiliki interrogator sehingga apa yang tertampil di radar akan langsung terbaca sebagai lawan atau kawan.

Masih gak percaya? coba deh bandingkan perbedaan secara fisik antara F-16 52ID hibah dengan F16 yang benar-benar baru?

Baca Juga:  Pesawat C-130H Hercules A-1333 Baru Milik TNI AU Tiba di Malang

F-16 block 52 memang sudah melompat ke klas 4G dengan berbagai upgrade dari bentuk fisik sampai sistem avionik. Sedangkan F16 hibah asal Amerika, walau diklaim sudah sekelas blok 52, tetap saja masih kelas 3G yang kelasnya masih dibawah milik  para tetangga di ASEAN.

Secara Fisik sudah berbeda bukan?

Bagaimana dengan Sukhoi Su-35 yang hendak dibeli?, wah ngimpi mas bro!. Sampai sekarang pra kontrak aja gak jelas. Presiden Jokowi juga tak menyinggun sama sekali soal pembelian Su-35 saat bertemu dengan Putin. Blass gak ada minat dari pemerintah untuk membelinya.

 

2 Komentar

  1. Dibanding F-16 A/B yg sebelumnya gimana, bro? Lebih jelek? Nggak kan? Disyukuri lah, setidaknya ini menunjukkan RI bisa bekerjasama baik dgn US maupun Russia atau mitra2 lain.
    Su-35? Saya yakin presiden dan jajaran sedang berusaha dan mempertimbangkan solusi terbaik. Drpd pakai broker orang dekat presiden sebelumnya, kan rugi kita.

Tinggalkan Balasan