Football War, Perang Antar Dua Negara Yang Dipicu Sepakbola

Football War adalah perang 4 hari antara Honduras dan El Salvador yang didasari oleh masalah kependudukan serius, tapi dipicu oleh tiga pertandingan sengit antara kesebelasan sepak bola dari kedua negara di Kualifikasi FIFA 1970

Perang ini juga dikenang sebagai aksi terakhir F4U Corsair setelah Perang Dunia ke-2. Pada 17 Juli 1969, Kapten Fernando Soto dari AU Honduras dengan Vought F4U Corsair terbang dalam tugas tempur, menjatuhkan sebuah Cavalier Mustang dan dua FG-1 (varian F4U Corsair dari Goodyear Aircraft) milik AU El Salvador.

Sejarah mencatat perang ini hanya berlangsung selama 100jam. Tapi jumlah korban jiwanya cukup banyak. Di pihak Honduras ada
2.100 korban tewas dan Di pihak Elsavador 900jiwa, semua angka tersebut termasuk korban dari pihak sipil.

Salah satu pemicu perang adalah populasi El-Savador yang membengkak pada tahun 1950an. Sensus penduduk saat itu ada 3,7juta jiwa padahal wilayah el-Savador sangat sempit. Akibatnya penduduk El-Savador menyerbu Honduras untuk mencari kerja, yang wilayahnya lebih luas serta penduduk lebih sedikit 2juta jiwa.

Di Honduras, imigran Savador bekerja sebagai buruh tani di perkebunan buah yang menjadi komoditi ekspor utama Honduras. Konflik antar pekerja dan tuan tanah lalu sering terjadi seiring makin derasnya para imigran gelap.


Pemerintah ElSavador menuduh Honduras berbuat tak adil untuk rakyatnya. Sedang Honduras membela diri untuk mempertahankan hak warganya.

Baca Juga:  PT PAL Indonesia, Pernah Menjadi Galangan Terbesar di Asia

dua pesawat lakon utama dalam Football War. Foto: history
Saat digelar pertandingan sepak bola yang mempertemukan kedua negara untuk kualifikasi Piala Dunia 1970 keadaan makin panas. Leg pertama dimenangkan Tim Honduras disertai kerusuhan masal dan jatuh korban jiwa di pihak el-Savador. Di leg kedua yang digelar di El-Savador keadaan makin panas, Honduras kalah 0-2. Pemerintah El-Savador memutuskan hubungan diplomatik

Karena tak puas tuntutanya tidak dipenuhi Honduras. Militer El-Savador menyerbu Honduras 14 Juli 1969. Sasaran pertama adalah Bandara Udara Toncontin. Banyak jatuh korban warga sipil dan AU Honduras pun lumpuh. Militer el-Savador hanya berjarak 8KM dari Tegucipalca, Ibukota Honduras.


16 Juli 1969, Militer Honduras berhasil bangkit dan memukul mundur pasukan el-Sabador serta melakukan serangan pengeboman dari udara yang berhasil menghancurkan depot-depot minyak milik el-Savador.

Serangan balik Honduras bertambah dahsyat karena ada bantuan amunisi dan senjata dari Nikaragua yang dipimpin diktator Anastasio Somoza Debayle.

Dalam keadaan tertekan karena serangan balik dan upaya diplomasi negara-negara Latin. El-Savador akhirnya menyerah kalah dari Honduras. 300.000 warga el-Savador yang bekerjan di Honduras kembali pulang ke negeranya takut menjada sasaran kemarahan massa di Honduras.

250 tentara Honduras tewas dan hampir 2.000 rakyat sipilnya juga tewas. Di pihak el-Savador diperkirakan ada 900jiwa yang tewas.

Perang ini hanya berlangsung 4hari. Tapi upaya pemulihan hubungan diplomatik kedua negara baru benar-benar pulih setelah dua dekade.

Baca Juga:  Duel Jet Tempur Amerika dan Sovyet Hampir Picu Perang Dunia III
Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan