G7 Desak Rusia Tinggalkan Resim Bashar Assad di Suriah

Dari kiri, Perwakilan Tinggi UE untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Federica Mogherini, Menlu Jerman Sigmar Gabriel, Menlu AS Rex Tillerson, Menlu Kanada Chrystia Freeland, Menlu Italia Angelino Alfano, Menlu Prancis Jean-Marc Ayrault, Menlu Inggris Boris Johnson, dan Menlu Jepang Fumio Kishida berpose sebelum pertemuan para menteri luar negeri dari Kelompok Negara Tujuh (G7) di Lucca Tuscany, Senin (10/4).[AFP]

Negara-negara anggota Kelompok Tujuh (G7) yang diwakili para menteri luar menggelar pertemuan di Italia untuk menekan Rusia agar meninggalkan Suriah dan memutuskan hubungan dengan Presiden Bashar al-Assad.

Ketujuh menteri luar negeri tersebut adalah Menlu Jerman Sigmar Gabriel, Menlu AS Rex Tillerson, Menlu Kanada Chrystia Freeland, Menlu Italia Angelino Alfano, Menlu Prancis Jean-Marc Ayrault, Menlu Inggris Boris Johnson, dan Menlu Jepang Fumio Kishida


“Pesan dari pertemuan ini harus tegas bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin harus memutuskan dukungannya terhadap Assad. Putin telah merusak reputasi Rusia dengan terus-menerus berasosiasi dengan seorang pria yang telah terang-terangan meracuni rakyatnya sendiri,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris, Boris Johnson, Senin (10/4).

Boris juga mengusulkan pemberian saksi terhadap pejabat militer Rusia dan Suriah dan mendorong hal itu harus menjadi pembahasan para Menlu G7 dalam pertemuan yang berlangsung di Lucca, Tuscany, Italia, Senin.

G7 beranggotakan Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan AS.

Baca Juga:  Belousov: Rusia Memang Sedang Mempersiapkan Untuk Perang

Menlu Amerika Serikat (AS), Rex Tillerson, juga mengkritik keras Rusia yang dinilai gagal mencegah Suriah dalam melakukan serangan senjata kimia di Kota Khan Sheikhom, Rabu (5/4), yang menewaskan 89 orang.

Dia juga sepaham dengan Johnson yang mendorong pemberiaan sanksi tegas terhadap pejabat militer Rusia dan Suriah yang terlibat dalam penyerangan yang menewaskan warga tak berdosa. Tillerson menegaskan AS akan memegang komitmen untuk memberikan sanksi kepada semua pejabat dan tokoh militer yang melakukan kejahatan massal, termasuk terhadap Suriah dan Rusia.

“Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk memboikot account setiap orang yang melakukan kejahatan terhadap orang tak berdosa di mana saja di seluruh dunia,” ujar Tillerson.

Seusai KTT G7, Tillerson dijadwalkan berkunjung ke Moskow, Rusia, pada Selasa (11/4). Dia dikabarkan akan mengadakan pembicaraan dengan membawa sepaket tuntutan terhadap Rusia, termasuk soal konflik Suriah.

Johnsom mengungkapkan, para Menlu G7 telah memberikan mandat kepada Tillerson untuk mewakili Barat dan semua sekutu AS, guna menegaskan kepada Rusia tentang desakan untuk segera menarik pasukan militer dan meninggalkan Suriah.

Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, juga mengatakan bahwa pihaknya siap memberlakukan sanksi terhadap Rusia terkait dengan keterlibatan negara itu dalam serangan militer pasukan rezim Suriah.

Sumber: BBC/Reuters

1 Komentar

Tinggalkan Balasan