Gaji Belum Dibayar Turki, Tentara Bayaran Suriah Merana Di Libya

Jumlah tentara bayaran asal Suriah yang tewas dalam pertempuran untuk Pemerintahan GNA bentukan Turki melawan LNA (TNI-nya Libya) terus bertambah. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) pada 5 April total yang tewas mencapai 165 orang.

Menurut kelompok pemantau yang berbasis di London, sembilan militan dari Divisi Mu’tasim, Divisi Sultan Murad, Brigade Hawks Utara, Divisi al-Hamza dan Brigade Shah Suleyman tewas dalam terakhir dengan Tentara Nasional Libya (Libyan National Army/LNA).

Awal pekan ini, jenazah enam gerilyawan yang tewas di Libya tiba di provinsi Suriah yang diduduki Turki di pedesaan Aleppo utara.

Turki mengerahkan ribuan tentara bayaran dari Suriah untuk bertempur di Libya selama beberapa bulan terakhir untuk mendukung pasukan pro Pemerintahan GNA, pemerintahan yang diklaim Turki sebagai kesepakatan bersama kelompok faksi di Libya yang ditentang habis-habisan oleh LNA (Militer Resmi Libya) sebagai bentuk penjajahan Turki atas Libya.

Awalnya, militan Suriah dijanjikan gaji bulanan hingga $ 2.000. Namun, mereka belum dibayar. Menurut SOHR, Ankara masih menahan gaji para tentara bayaran-nya karena alasan yang tidak diketahui. Ini menyebabkan ketegangan serius di antara para pasukan bayaran.

Intervensi di Libya belum menghasilkan prestasi apa pun untuk Turki. Bahkan, Ankara tampaknya diseret ke pertempuran yang lebih serius di negara yang dilanda perang saudara tersebut.

Baca Juga:  Israel : Iran Mencaplok Negara Arab Satu Persatu

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan