Gaji Macet, Banyak Faksi Pemberontak Yang Dibiayai Turki Membelot

Turki adalah salah satu negara sponsor pemberi dana kepada para faksi/kelompok pemberontak anti pemerintah di Suriah.

Salah satu proxy atau boneka Turki di Suriah adalah kelompok Syirian National Army (SNA). SNA sendiri dibentuk dari banyak faksi/kelompok. Selain fasilitas militer, Turki juga menyokong SNA dengan gaji bulanan. Saat ini beberapa masalah dan perpecahan di kalangan SNA terus melanda.

SNA dibentuk pada 2017. Saat ini, koalisi SNA menguasai wilayah yang diduduki Turki di Suriah utara dan timur laut. Koalisi juga hadir di wilayah barat laut Suriah di Provinsi Idlib.

Pada tanggal 1 April, Kelompok Divisi Suleyman Shah, salah satu faksi terbesar SNA, mengumumkan pembelotannya dari Brigade 1 koalisi. Kelompok tersebut tidak memberikan penjelasan apapun.

Divisi Suleyman Shah, didirikan beberapa bulan setelah perang di Suriah pada tahun 2011, dipimpin oleh “Abu Amsha,” yang bernama asli Mohamad Jasim. Kelompok itu, yang berpartisipasi dalam semua operasi besar pimpinan Turki di Suriah, terkenal karena kegiatan kriminalnya.

Pengumuman Abu Amsha mempermalukan komando SNA yang lebih tinggi, yang dengan cepat mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa Divisi Suleyman Shah telah bergabung dengan Korps ke-2. Grup Sulaiman Shah belum mengkonfirmasi hal ini.

Masalah ini hanya satu dari sekian banyak masalah yang mengganggu SNA. Awal pekan ini, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengungkapkan bahwa Turki, pendukung utama SNA, telah menghentikan gaji bagi para pejuang SNA.

Baca Juga:  Turki dan Yunani Memanas, Saling Klaim Rebutan Batas Laut Kaya Minyak

Lusinan pejuang SNA turun ke jalan di kota al-Bab yang diduduki Turki pada 1 April untuk menuntut gaji mereka. Masalahnya belum terselesaikan.

Perkembangan terakhir menyoroti kegagalan proyek SNA, yang dimaksudkan untuk menyatukan semua pasukan anti-pemerintah di Suriah. Saat ini, koalisi hanyalah alat untuk melayani kepentingan Turki di Suriah. Fraksi-fraksinya menjadi terkenal karena aktivitas kriminal mereka memeras para penduduk terutama Kaum Minoritas Kurdi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan