Gantikan F-16, Singapura Akan Beli 40-60 Pesawat Tempur F-35B

Kajian akhir yang dilakukan oleh Angkatan Udara Singapura (RSAF) dengan Badan Keilmuan Pertahanan dan Teknologi (DSTA) akhirnya memutuskan bahwa pengganti pesawat F-16 pada 2030 nanti adalah pesawat F-35B. Dalam rekomendasi tersebut juga disebut untuk membeli F-35 dalam jumlah sedikit terlebih dahulu.

Pesawat F-16 milik RSAF sendiri tergolong masih “muda” karena baru berdinas pada 1998.

F-16 milik RSAF akan berusia pakai 30 tahun setelah dioperasikan sejak 1998.


Singapura sendiri sudah ikut dalam Joint Strike Fighter, proyek F-35, sejak 2003 meskipun belum memutuskan akan membeli berapa unit dan tipe apa.

Berdasarkan hasil kajian, Singapura akan memilih sistem persenjataan paling canggih dari Amerika Serikat. Singapura akan menjadi negara pertama pengoperasi jet tempur siluman di antara kelompok negara ASEAN.

Menteri Pertahanan Singapura pada 18 Januari 2019 menyatakan, untuk tahap pertama Singapura akan membeli F-35 dalam jumlah sedikit.

“Kajian teknis menyimpulkan, bahwa untuk tahap pertama Singapura akan membeli F-35 JSF dalam jumlah sedikit. Selanjutnya Singapura akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kapabilitas dan kesesuaian pesawat ini sebelum membeli dalam jumlah kekuatan penuh,” tulis Menhan Singapura di laman Facebook-nya.


Singapura akan menindaklanjuti rencana pembelian F-35 ini melalui diskusi yang lebih detail lagi dengan pihak AS.

Menhan Singapura menyatakan, paling tidak dibutuhkan waktu satu tahun untuk melaksanakan proses tersebut. Pembelian kemungkinan besar akan dilaksanakan menggunakan skema program Foreign Militar Sales (FMS) dari Amerika Serikat.

Baca Juga:  Walau Diancam Sanksi AS, Proses Pembelian Su-35 Tetap Berjalan

Kahadiran pesawat ini jelas akan meningkat daya gentar Negeri Singa itu. RSF Saat ini masih mengoperasikan 60 F-16. Terdiri dari 40 F-16C/D Block 52 dan 20 F-16C/D Block 52D+. Menyimak jumlah ini, sangat masuk akan bila F-35 yang akan dibeli pun jumlahnya tidak terlalu jauh dari jumlah armada yang akan digantikan.

“Masih ada waktu 10 tahun dari sekarang untuk menyiapkan seluruh kebutuhan penggantian armada F-16 RSAF. Waktu ini akan digunakan untuk mengurus pembelian, menyiapkan sarana dan prasarana (logistik), maupun pelatihan pilot,” tulis Ng Eng Hen.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan