Gara-gara Jamaah Tabligh, Malaysia Lockdown Virus Corona

Akibat tak mematuhi anjuran kerajaan untuk menunda dahulu majlis yang dihadiri banyak orang. Malaysia sekarang menghadapi pandemi virus Corona gelombang II padahal awalnya sempat mereda.

Serangan virus Corona jilid II bermula dari ijtima’ tahunan Jamaah Tabligh yang dihadiri lebih dari 15.000 di Masjid Sri Petaling pada 28 Februari hingga 3 Maret, yang sebagain para pesertanya dikabarkan terinfeksi virus. Peserta yang ikut dalam acara ini berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia yang kabarnya ada 200 orang yang hadir.

Dari acara sinilah virus Corona menyebar merata ke seluruh negeri di Malaysia. Penderita pertama dari acara ini seorang penduduk lokal berusia 60 tahun sebagai kasus ke-131 yang terdeteksi. Ia mulai mengalami gejala demam, batuk dan pilek pada 4 Maret.

Sejak itu dalam satu hari bertambah 100 pasien. Total per 17/03/2020 ada 673 pasien dengan 2 korban jiwa.

Akibatnha Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, mengumumkan kebijakan lockdown di “Negeri Jiran” beserta 6 ketentuannya, dalam upaya mengatasi virus corona.

Masjid Sri Petaling. Foto: Ashraf Hamzah

“Untuk itu, pemerintah memutuskan untuk melaksanakan Perintah Kawalan Pergerakan, mulai 18 Maret 2020, yaitu lusa hingga 31 Maret 2020, di seluruh negara.”

Ini 6 keputusan Lockdown Malaysia:

1. Larangan aktivitas massa

PM Muhyiddin Yassin menyerukan larangan mengadakan perkumpulan massa seperti aktivitas keagamaan, ajang olahraga, sosial, dan budaya. Bahkan sholat Jumat dan Jamaah juga dilarang.

Baca Juga:  Bikin Tablig Akbar Saat Lockdwon, Polisi India Tangkap Pemimpin Jamaah Tabligh

2. Larangan bepergian ke Luar Negeri.
3. Larangan masuk WNA.
4. Penutupan Sekolah.
5. Penutupan Universitas
6. Penutupan beberapa institusi Pemerintah.

Empat markas Jamaah Tabligh (JT) di Sabah, masing-masing di Kota Kinabalu, Beaufort, Tawau dan Sandakan ditutup untuk sementara. Penutupan ini untuk tujuan pekerjaan pembasmian dan pembersihan, demikian kata Sekretaris Kerajaan Sabah, Datuk Safar Untong. Sedangkan anggota JT dilarang membikin majlis di mana pun.

2 Komentar

    • Jamaah Tablig bukan kadrun, sebab gak pernah terlibat politik… yg jelas karena mabok agama mereka tidak peduli… padahal FIQIH WABAH ada, hadisnya mengenai menjauhi WABAH ada

Tinggalkan Balasan