Gertak Kapal Perang Amerika, Rusia Tembakkan Rudal Kalibr

Sebuah kapal perang Rusia menembakkan rudal jelajah Kalibr berkecepatan supersonik dalam latihan militer di Laut Hitam. Tembakan itu sebagai gertakan terhadap dua kapal perang Amerika Serikat (AS) yang sudah memasuki perairan tersebut.

Kapal perang Rusia, Admiral Essen—kapal perang terbaru di Armada Laut Hitam Rusia—menghancurkan beberapa kapal dan objek di udara yang jadi target tembakan rudal, kemarin. Kapal-kapal dan objek di udara itu seolah-olah sebagai musuh.

Menurut laporan Daily Star semalam (21/2/2018), dalam latihan militer, kru di Kapal Admiral Essen menggunakan senapan bermenara dan senjata anti-pesawat AK-630 untuk menghancurkan target di laut dan udara.

Rudal jelajah Kalibr yang bisa melaju dengan kecepatan supersonik di atas 768mph diluncurkan secara elektronik dari kapal sepanjang 409 kaki tersebut.


Sekadar diketahui, rudal kalibr pernah jadi pemberitaan utama dunia ketika pertama kali diuji untuk tugas militer pada tahun 2015. Saat itu, rudal-rudal tersebut ditembakkan oleh kapal-kapal perang dan kapal selam Rusia dari Laut Mediterania dengan target basis ISIS di Suriah.

Selama latihan militer di Laut Hitam, kapal perang Admiral Essen dikawal oleh dua kapal patroli Angkatan Laut Rusia.

Dua kapal perang AS, USS Carney dan USS Ross, telah memasuki Laut Hitam beberapa hari lalu dengan dalih melakukan operasi keamanan maritim. Patroli dua kapal perang Washington itu dianggap pejabat Moskow sebagai tindakan provokasi, karena misinya tidak jelas, yakni untuk melindungi siapa dan dari ancaman siapa.

Baca Juga:  Pesawat Bomber China Xian H-6K Parkir di Laut China Selatan, Indonesia Bisa Apa?

Laut Hitam—hamparan laut yang terkurung daratan di Eropa Timur—telah menjadi sarang aktivitas Angkatan Laut Rusia sejak aneksasi Crimea pada tahun 2014.

Laksamana Christopher Grady, komandan Armada ke-6 Angkatan Laut AS, menggambarkan kehadiran kedua kapal perang AS sebagai langkah proaktif, bukan reaktif.

“Menguraikan komitmen AS untuk stabilitas regional,” kata Grady.”Kapal-kapal tersebut akan membantu melindungi pertahanan kolektif dari sekutu NATO kami,” ujarnya.

Berbicara kepada CNN, seorang pejabat pertahanan AS mengatakan bahwa dua kapal perusak Washington tersebut telah dikirim ke Laut Hitam untuk “meredakan rasa tekanan Rusia” terhadap pasukan militer Amerika.

”Anda bisa naik kapal di Laut Hitam, yang membuat mereka merasa lebih terancam,” kata pejabat yang tak disebutkan namanya tersebut.


NATO dan AS selama ini menuduh Moskow telah memindahkan aset militer, termasuk kapal selam, ke Crimea dalam beberapa tahun terakhir. ”Pada dasarnya ada sesuatu yang baru yang mereka dapatkan di Crimea,” ujarnya.

“Rusia memasukkan sistem persenjataan mereka secara penuh di Crimea,” imbuh pejabat itu, yang dilansir Kamis (22/2/2018). Menurutnya, pasukan darat Rusia dan banyak sistem rudal baru telah dikirim ke semenanjung, yang terletak di pantai utara Laut Hitam tersebut.

Sebagai tanggapan, NATO telah meningkatkan operasinya di seluruh Eropa, terutama di dekat Rumania, Lithuania dan Ukraina yang takut dengan militerisasi Rusia.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan