Geser Amerika, China Jadi Pemasok Utama Senjata Pakistan dan Asia Selatan

JF-17 Thunder block II pesawat buatan China-Pakistan. foto: airdefence

Saat perang Pakistan vs India pecah di tahun 1960an. Tampak nyata bahwa Amerika sangat berpihak pada Pakistan. Berbagai senjata digelontorkan ke negara Islam di Asia Selatan itu. Hbungan erat AS dan Pakistan terus berlanjut saat pecah perang Afghanistas melawan Uni Soviet.

Arah politik mulai berbalik saat Pakistan mulai merasa hanya menjadi anjing piaraan AS. Di sisi lain, India, musuh bebuyutanya, menikmati berbagai kemajuan teknologi senjata hasil dari transfer dari Uni Soviet dan Rusia.

Pakistan lalu menggandeng China untuk mengembangkan pesawat tempur, JF-17. AS dan NATO tentu saja tidak suka, berbagai potongan bantuan hingga embargo pun dijatuhkan. Namun Pakistan tak gentar.

Puncaknya, saat harga diri teritorial Pakistan diinjak-injak dalam kasus penggerabekan Osama bin Laden. Belum sembuh rasa itu, prajurit AD Pakistan tewas ditembaki NATO karena salah sasaran.

Dari situlah arah kebijakan senjata Pakistan berubah haluan dengan cepat. Saat ini, dari senapan sampai jet tempur dan kapal perang, China telah menjadi pemasok senjata utama ke Pakistan, Bangladesh dan Myanmar, menurut laporan terbaru lembaga kajian Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).

Laporan yang berjudul “Trends in International Arms Transfer, 2017” mencerminkan perubahan besar dalam situasi geopolitik Asia Selatan.


Di sisi lain, menurut laporan tersebut, penjualan senjata AS ke Paksitan justru turun sebanyak 76 persen dalam lima tahun terakhir. Demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia (14/3/2018).

Baca Juga:  Dua Orang Pilot Vietnam Berlatih Di AS, Vietnam Siap Pakai Pesawat Buatan AS?

China telah menjadi pemasok senjata terbesar bagi Pakistan, negara tetangga yang menjadi musuh bebuyutan India. Pasokan senjata dari China menyumbang 35 persen persenjataannya ke Pakistan pada 2013-2017.

Menurut laporan tersebut, AS, Rusia, Jerman, Perancis dan China saat ini mengekspor 74 persen senjata di seluruh dunia, yang menjadikan negara-negara tersebut pengimpor senjata terbesar di seluruh dunia.

Laporan itu mengatakan AS pernah menjadi eksportir senjata terbesar ke Pakistan. Namun ketegangan baru-baru ini antara kedua negara telah mempengaruhi penjualan senjata secara signifikan, terutama 2013-2017, ketika terjadi penurunan pengiriman besar senjata dari AS ke Pakistan.

Hubungan antara AS dan Pakistan memburuk setelah insiden November 2011, ketika 26 tentara Pakistan tewas dalam serangan NATO di dua pos pemeriksaan militer.

Pakistan membalas dengan menutup kedua perbatasannya ke Afghanistan, sehingga konvoi pasokan NATO tidak dapat lagi melewati Pakistan dalam perjalanan menuju negara tetangganya itu.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan