Giant Bow Shengong, Sistem Pertahanan Udara Bandara Soekarno Hatta

Kanon Giant Bow adalah salah satu sistem senjata yang siaga di Bandara Soekarno Hatta. Fungsi utamanya adalah untuk merontokkan pesawat yang terbang rendah dan yang jaraknya sudah terlalu dekat dari Bandara, atau yang berhasil lolos dari sistem pertahanan udara jauh seperti S-300.

Giant Bow Type 80 buatan Norinco China adalah tiruan dari kanon ZU-23-2 produksi Rusia.  Giant Bow atau disebut juga Shengong dapat dikendalikan secara manual atau otomatis dengan integrasi sistem.

Kecepatan luncur proyektilnya mencapai 970 meter per detik. Sementara untuk jarak tembak, untuk sudut vertikal maksimum 1.500 meter, dan sudut horizontal maksimum 2.000 meter. Tapi, bila bicara jarak tembak mendatar maksimum bisa hingga 2.500 meter. Untuk merontokkan pesawat yang terbang rendah sudah barang tentu perlu kecepatan tembak yang spektakuler, secara teori disini 1.500 – 2.000 proyektil dapat dimuntahkan dalam 1 menit. Sedangkan untuk kecepatan tembak praktis 400 proyektil per menit. Jenis amunisi yang biasa digunakan adalah HEI-T dan API-T.


Shengong adalah pertahanan udara jarak pendek. Dan yang disayangkan, Indonesia belum memiliki rudal pertahanan udara jarak (arhanud) menengah dan jauh. Sejak 2014, TNI dikabarkan berminat dengan sistem arhanud jarak menengah NASAM buatan Norwegia. 


*Produksi : Norinco, Cina
*Kecepatan Proyektil: 970 meter/detkk
*Kecepatan Tembak : 1.500 – 2.000
proyektil per menit
*Berat kosong : 950kg
*Jangkauan tembak : 2,5Km

Baca Juga:  TNI AU Lanjutkan Pengembangan Radar dengan Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory Jepang

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan