Gila! Satu Peleton TNI Terlibat Narkoba, Setengah sudah Dipecat Pangdam

Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Sumantri sangat prihatin dengan banyaknya oknum TNI yang terlibat narkoba belakangan ini.

Untuk itu, Sumantri menegaskan narkoba sudah ditempatkan sebagai ancaman terhadap negara. Oleh karena itu, TNI akan turun tangan memberangusnya.

Hal itu disampaikan Pangdam saat coffe morning dengan wartawan di Serambi Kehormatan Makodam I/BB, Rabu (3/5).

“Kalau sudah bicara ancaman terhadap negara, itu TNI turun. Saya akan turun langsung memberantas narkoba,” ujar Pangdam seperti dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group) hari ini.

Menurut Sumantri, sudah cukup banyak yang menjadi korban narkoba. Bahkan, tentara juga tak luput menjadi korban.

Diungkapkannya, di Kodam I/BB, ada satu pleton prajurit TNI yang terlibat narkoba, di mana setengah sudah dipecat dan setengah lagi sedang dalam proses untuk pemecatan.

Oleh karena itu Pangdam menilai, narkoba merupakan upaya melumpuhkan Indonesia seperti perang candu yang pernah dilakukan terhadap Tiongkok.

“Untuk mencetak satu prajurit TNI saja, negara mengeluarkan banyak uang. Jadi kalau terlibat narkoba harus dipecat. Bagaimana megang senjata kalau teler-teler. Begitu juga, bagaimana membantu komponen pemerintah yang lain dan masyarakat kalau teler, ” tambahnya.

Begitu juga peneritban rumah-rumah dinas TNI. Dikatakan Pangdam, jika anak atau keluarga TNI yang menempati saat ini, diperintahkannya membuat fakta integritas.

Apabila penghuni rumah kedapatan memakai, apalagi menjual narkoba, hari itu juga harus keluar dari rumah dinas. Kebijakan ini menurutnya bukan soal kejam atau tidak kejam, tapi bagaimana menyelamatkan generasi penerus bangsa dari kejahatan narkoba.

Baca Juga:  Skuadron Udara 27 Biak Siap Beroperasi Mei 2019

“Saya tidak enak, selama ini kesannya asrama Kodam ada narkoba. Seolah-olah Kodam yang melindungi. Memang di Asrama Kodam, namun yang menempati banyak yang pensiunan dan semacam diperjual belikan,” tandas Pangdam.

sumber: jawapos.com

1 Komentar

  1. apakah ini cermin ‘ketimpangan ekonomi’ di tubuh TNI…antara perwira tinggi – menegah – sampai prajurit? sampai2 cari saweran yg menggiurkan dari narkoba….klo di police departement itu sudah hal wajar enak buanget ..cari saweran harian – mingguan – bulanan…., menggenaskan.

Tinggalkan Balasan