Gripen Thailand Curi Perhatian di Singapura Airshow 2018

Singapura Airshow 2018 ini, sepertinya benar-benar membuat Indonesia inferior di udara. Saat Vietnam, Thailand dan Malaysia diperkuat dengan pesawat tempur teknologi terbaru buatan 2010 ke atas. Kita masih saja dicekoki dengan F-16 kelas C/D yabg dibuat tahun 1980-an.

Setelah Sukhoi-30MKM milik TUDM Malaysia memukau pengunjung di Singapura Airshow 2018. Kali ini giliran si pesawat JAS Gripen milik AU Thailand yang mengehentak decak kagum.
Pesawat ini memang di desain untuk menandingi kedigdayaan Su-27. Jadi ya wajar jika gak ingin kalah dari keluarga Sukhoi.

Ini kali pertama AU Thailand memamerkan kemampuan pesawat canggih yang kemampuannya setara 4G tersebut, JAS Gripen buatan Swedia.

Seorang pengunjung yang pertama kali melihat penampilan JAS-39C di udara mengaku cukup kagum dengan kemampuan pesawat ini sangat lincah. Memang betul, gerakan-gerakan manuver yang ditampilkan oleh penempur kursi tunggal ini menyiratkan hal itu. Gripen seakan lari cepat (sprint) mengejar musuh.

Harus diakui, Gripen selain gesit juga cabe rawit. Dapat dimaknai, penempur buatan Saab, Swedia ini adaptif dengan persenjataan modern sehingga menjadikannya letal. Terlebih untuk varian termutakhir Gripen E seperti yang akan melengkapi Angkatan Udara Brazil dan Swedia tentunya.


Gripen yang dioperasikan RTAF, bukanlah varian E, melainkan C/D. Tapi itu tak jadi soal karena Thailand sendiri telah berencana meningkatkan kemampuan jet tempurnya ini dengan perangkat lunak MS-20 sebagaimana digunakan Gripen E.

Baca Juga:  Cobham Pasok Antenna Suite untuk Jet Tempur KF-X

RTAF saat ini mengoperasikan 11 Gripen C/D di bawah naungan Wing 7 di Pangkalan Udara Surat Thani, Thailand bagian selatan.

Negeri Gajah Putih memesan selusin Gripen C/D kepada Saab tahun 2008. Tiga tahun kemudian pada 2011 setengah lusin kawanan jet tempur itu datang melengkapi kekuatan RTAF hingga saat ini.

Video : https://youtu.be/lrZ1cPJU1Rk


Sumber : TSM/Angkasa Review

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan