Gunakan Tenaga Dalam, Prajurit Kopassus Temukan Korban Longsor di Bogor

Pencarian korban tanah longsor di Kampung Maseng, Cijeruk, Bogor, akhirnya membuahkan hasil setelah pencarian dilakukan sejak siang kemarin. Menurut penuturan tim Kopassus, tiga korban bisa ditemukan dengan bantuan tenaga dalam.

“Dari kemarin kan dilakukan pencarian korban tersebut, akan tetapi ya mungkin belum diketemukan. Maka dari itu, tadi pagi Komandan Batalion Mayor Inf Wahyo Yuniartoto memerintahkan kami unit penanggulangan bencana untuk langsung terjun ke lapangan,” ujar salah satu tim pencari korban dari anggota Kopassus, Lettu Arief Rahman, Selasa (6/2/2018).

Anggota Kopassus yang terlibat pencarian kemudian memanfaatkan ilmu bela diri Merpati Putih dari salah satu anggota. Pencarian korban dilakukan dengan getaran dari tenaga dalam bela diri Merpati Putih.

“Nah, kita mendapatkan arahan beliau (Komandan Batalion), belajar dari pengalaman beliau, kita eksplor kemampuan personel yang memiliki kemampuan getaran dalam bela diri Merpati Putih,” kata Arief.

Salah seorang anggota Kopassus, Praka Pujiono, kemudian mulai mendeteksi posisi korban dengan tenaga dalam yang dimiliki. Setelah menduga satu titik tempat korban tertimbun, dia kemudian mengarahkan ekskavator untuk melakukan penggalian.

“Dia dapat mendeteksi dengan tenaga dalamnya tersebut. Jadi, ketika hendak melakukan pencarian, dia melaksanakan pendeteksian terlebih dahulu, kemudian mengarahkan ekskavator. Kemudian digali sedikit, baru muncul (korbannya). Kemudian yang lainnya bantu gali pakai cangkul. Praka Pujiono yang melaksanakan getaran Merpati Putih ini,” ucap Arief.

Baca Juga:  Koarmabar Siap Dukung Program Kali Bersih Pemprov DKI Jakarta


Tim pencari kemudian menemukan tiga korban meninggal tertimpa longsoran pada pukul 09.40 WIB tadi. “Tadi terakhir tiga (korban ditemukan) pukul 09.40 WIB, terus siang kita melaksanakan ishoma dan baru jam 1 ini dimulai lagi. Tetap pakai teknik yang tadi,” tutur Arief.


Tiga korban yang ditemukan adalah Nani (30), dan dua anaknya, Aurel (2) serta Aldi (9). Sedangkan dua korban lainnya masih dicari, yakni Alan Maulana Yusuf (17) dan Adit (11). (Detikcom)

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan