Habibie Fest 2017: Pindad Ingin Lebih Dekat ke Masyarakat

Pada gelaran Habibie Festival 2017 di Jiexpo, Jakarta 7 -13 Agustus 2017, PT Pindad (Persero) menampilkan sejumlah produk unggulan seperti kendaraan tempur dan senjata untuk militer. Hal itu bertujuan untuk dapat lebih memperkenalkan produk alat utama system pertahanan (alutsista) kepada beragam lapisan masyarakat.

Corporate Secretary Pindad Bayu A. Fiantoro mengatakan keikutsertaan Pindad dalam pameran kalini bertujuan untuk lebih memngenalkan kepada masyarakat, dan memberikan kesempatan agar dapat menyentuh langsung produk alutsista buatan dalam negeri.

“Tujuan pameran ini untuk memperkenalkan ke masyarakat bahwa produk kita cukup inovatif, disini masyarakat pun bisa mengalami dan menyentuh langsung produk yang kita buat,” kata Bayu disela pembukaan pameran.

Bayu menambahkan, ada beragam macam aktivitas yang bisa dilakukan di booth Pindad, selain pengunjung bisa melihat langsung senjata, pengunjung pun bisa memegang senjata buatan Pindad dan berfoto di photobooth yang telah disediakan,” terangnya.


Adapun produk yang dibawa antara lain senjata SS2-V1, SS2-V4, SPR-2, SPR-3, Pistol serie G2-Premium Elite, G2-Combat. Untuk kendaraan tempur yang ditampilkan yaitu Badak dan Komodo.


Lanjut Bayu mengatakan, Pindad terus berupaya mengembangkan produksi dalam negeri, Ia menilai hal tersebut menjadi sebuah kebanggaan bagi Pindad dan umumnya bagi Indonesia karena dapat memprroduksi alutsita.

Sementara itu, dalam sambutannya Ilham Akbar Habibie selaku Pendiri dan Ketua Gerakan Berkarya!Indonesia, mengatakan bahwa masa depan bangsa Indonesia dapat digenggam dan dimiliki jika giat berkarya. “Kita wajib membudayakan teknologi sebagai sesuatu yang dapat membantu kehidupan menuju kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Joint Discussion : Peletakan Dasar Pembangunan Industri Rudal Nasional

Sebagai ikon dari festival dan orang yang banyak berperan dalam pengembangan inovasi teknologi di Indonesia, B.J. Habibie mengungkapkan bahwa Indonesia beruntung memiliki 70 persen sumber daya manusia yang berusia di bawah 35 tahun. “Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh sumber daya yang dimilikinya. Terutama, sumber daya manusia yang terbaharukan.”

Habibie menekankan pentingnya membekali SDM terbaharukan dengan pendidikan yang tepat agar bangsa ini kelak mampu kreatif dalam berinovasi untuk memecahkan segala persoalan. “Ada banyak kreativitas dalam festival ini. Saya sangat berterima kasih atas inisiatif BEKRAF untuk bersinergi dengan Habibie Festival,” pungkasnya.

Habibie Festival merupakan perayaan peran dan kontribusi Bacharuddin Jusuf Habibie (B.J. Habibie) sebagai sosok figur nasional, bapak bangsa, mentor komunitas, dan ikon ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Festival ini juga menjadi wadah bagi industri IPTEK untuk memperkenalkan produk-produk inovatif mereka kepada masyarakat luas.

Sumber : pindad.com

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan