Hak dan Partisipasi Indonesia Dalam Proyek Pesawat KF-X

Indonesia telah menginvestasikan sekitar 20% ke dalam proyek KF-X. Untuk itu, indonesia mendapatkan:

1) Pengalaman langsung dalam pengembangan pesawat dari awal hingga akhir.

72 insinyur Indonesia dari PTDI berada di fasilitas KAI, mengamati dan mempelajari proses sistemik pengembangan pesawat. Mereka diizinkan mengakses secara mendalam ke segala hal mulai dari proses desain awal hingga proses pembuatan. 25 insinyur tambahan akan tiba untuk membiasakan diri dengan proses pembuatan.

2) Sebuah pesawat prototipe dikonversi untuk memenuhi spesifikasi Indonesia alias IF-X. Ini termasuk modifikasi reseptor bahan bakar agar kompatibel dengan metode probe & drogue. Pesawat pertama diharapkan dikirim pada tahun 2026.

3) Transfer teknologi terbatas & perakitan lokal.


4) Dukungan teknis & logistik untuk armada IF-X Indonesia.

Dan untuk menjernihkan kesalahpahaman, Indonesia tidak mendapatkan hak berikut ini:

1) Hak Ekspor


2) Transfer teknologi inti.

3) Manufaktur lokal.

Pemerintah Indonesia terlalu sering menunda pembayaran dan berusaha mengurangi investasi secara keseluruhan sambil menuntut tingkat transfer teknologi dan hak ekspor yang lebih tinggi.

Jika indonesia menginginkan lebih banyak dari proyek KF-X, indonesia harus membayar lebih banyak, bukan lebih sedikit, terakhir indonesia sudah terlambat membayar

Sumber : laman facebook Republic of Korea Armed Forcesball

Baca Juga:  Korea Selatan Kembali Minta Transfer Teknologi Ke Amerika Untuk Proyek KFX 

3 Komentar

  1. BEGITULAH CARA KITA BERDAGANG, KITA MAU TEOTE DAN ILMU… KORSEL MAU BIAYA DAN MODAL……….. MAKA KORSEL HARUS MENAHAN HATI PADA KITA. HAHAHAHAHAAA

  2. @admin

    >>>> 2) Sebuah pesawat prototipe dikonversi untuk memenuhi spesifikasi Indonesia alias IF-X. Ini termasuk modifikasi reseptor bahan bakar agar kompatibel dengan metode probe & drogue. Pesawat pertama diharapkan dikirim pada tahun 2026. <<<<

    "Min bukankah opini ini sudah kadaluwarsa ya, karena kalo mengikuti update terakhir, justru IFX batch 1 akan semakin sedikit variasinya dari KFX utk mengejar kecepatan pembangunan prototype serta sekaligus menekan biaya….dan IFX akan mengikuti langkah korea menggunakan sistim air refueling ala USAF dg metode flying boom "

Tinggalkan Balasan ke Intinya inti...Core of the Core Batalkan balasan