Hanwha Systems Kerjakan Avionik Pesawat Tempur KF-X

Perusahaan elektronik pertahanan Korea, Hanwha Systems memiliki bagian penting dalam program pengembangan KF-X, dan terutama bertugas mengembangkan komponen utama untuk avionik jet tempur masa depan tersebut.

Pada tahun 2016, Badan Program Akuisisi Pertahanan Koresa Selatan (Korean Defense Acquisition Program Administration – DAPA) mengatakan bahwa Korea Selatan akan mengembangkan sekitar 90 item yang diperlukan untuk program KF-X, termasuk radar active electronically scanned array (AESA), dan Electronic Optics Targeting Pod (EO TGP), yang mana item tersebut sebelumnya ditolak pemerintah AS untuk ditransfer ke Korea Selatan karena alasan keamanan.

Menurut perwakilan Pusat Litbang Hanwha Systems, perusahaan tersebut saat ini mengerjakan setidaknya enam sistem yang akan membentuk tulang punggung jet, yaitu radar AESA, EO TGP, komputer misi, Infrared Search & Track System (IRST), Layar Display Multi-Fungsi (Multi-Function Display – MFD), dan Sistem Kontrol Komunikasi Audio (Audio Communication Control System – ACCS).


Targeting pod EO TGP KF-X saat ini sedang dikembangkan oleh Hanwha Systems untuk memberikan kemampuan penargetan sasaran udara dan darat pada pesawat terbang. Selain terlihat mirip dengan Sniper Advanced Targeting Pod Lockeed Martin, “EO TGP [buatan Hanwha] akan memiliki fungsi yang serupa,” kata pihak perwakilan perusahaan.

Fitur utama EO TGP Hanwha akan mencakup iradiasi laser berkekuatan tinggi dan pemanduan senjata presisi, stabilisasi line of sight yang presisi menggunakan gimbal kecil, dan informasi target yang dihubungkan dengan sistem persenjataan.

Baca Juga:  Indonesia desak Korea Utara patuhi resolusi PBB

EO TGP akan diuji mulai tahun 2020 dari pesawat terbang uji komersial, yang belum ditentukan oleh Hanwha. Batch pertama EO TGP akan diserahkan dengan produksi pertama KF-X, pada tahun 2025-2026.

Pekerjaan Hanwha Systems tidak terbatas pada target pod. Perusahaan ini juga mengembangkan sistem Infrared Search and Track (IRST) baruyang berdasarkan pada sistem SkyWard-G buatan Selex ES, anak perusahaan Leonardo.

Menurut Leonardo, IRST SkyWard-G adalah sensor elektro-optik jarak jauh yang bersifat pasif, yang tidak memancarkan sinyal sendiri saat digunakan. Perangkat ini mendeteksi jejak panas dari pesawat terbang lain namun tidak dapat terdeteksi oleh pesawat lain tersebut. Perangkat ini terdiri dari dua Line Replaceable Units (LRU) yaitu Sensor Head Unit (SHU) dan Processor Unit (PU). Processor Unit akan dikembangkan dan dipasok oleh Hanwha. IRST masa depan ini “akan dapat meningkatkan kemampuan low detection pesawat terbang lawan dengan mengurangi adanya emisi gelombang radio,” kata perwakilan Hanwha.
KF-X juga akan menerima sistem Multi-Function Display (MFD) buatan Korea seperti MFD berukuran 8″x20″ yang terpasang di jet tempur F-35 Lightning II buatan Lockheed. Layar multi-fungsi cerdas next generation ini akan dapat dipasang pada jet tempur dan helikopter terbaru, seperti Light Armed Helicopter yang tengah dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI). Layar ini akan menampilkan video berkecepatan dan berkapasitas tinggi (ARINC-818) dari Mission Computer (MC) dan tranfer sinyal input pilot ke MC.

Baca Juga:  Turki Sukses Uji Sistem Rudal Pertahanan Udara HiSAR-O

MFD akan dipasang di kedua kursi depan dan belakang pada versi pesawat dua kursi yang dikonfirmasi oleh pihak pengembang pada bulan Juli 2017. MFD KF-X akan memiliki resolusi 2560×1280 dan memiliki interface layar sentuh dengan sensivitas tinggi.


Sumber : airrecognition.com (diterjemahkan dan diedit oleh TSM Angga Saja)

Advertisements

2 Komentar

  1. lanjutkan IFX dengan Korsel. bila perlu tambahan dana 5% atau 10% jika tekhnology KFX seperti gembar gembor media korsel peseawat generasi 4.5. jika semua komponen memang sudah sesuai dengan harapan negara ini. bila perlu kita bisa pinjam ke bank dunia jika memang harus untuk memiliki pespur sendiri.

    ingatlah rakyat indonesia siap berkorban untuk cita-cita besar ini

Tinggalkan Balasan