Hanya Rusia Yang Bisa Mencegah Perang Israel vs Suriah-Iran

Sejumlah tim forensik Israel melakukan pengecekan pada bangkai pesawat F-16 Israel yang ditembak jatuh di desa Harduf, Israel, 10 Februari 2018. Angkatan Udara Suriah kemudian menembakkan rudal-rudal anti pesawat hingga mengenai sebuah jet tempur F-16 di Israel. REUTERS/Herzie Shapira

Perang besar antara Israel melawan koalisi Suriah – Iran sedang diambang mata. Ketegangan antara ketiganya telah meningkat sejak Israel menembak jatuh pesawat tanpa awak milik Iran dan Suriah menembak jatuh pesawat jet tempur F-16 Israel. Ketegangan ini dikhawatirkan akan memicu perang yang melibatkan ketiga negara tersebut.

Michael Oren, Wakil Menteri di Kabinet Benjamin Netanyahu untuk Diplomasi Publik meyakini bahwa Israel lebih mengandalkan Rusia daripada Amerika Serikat (AS) untuk mencegah perang antara Israel dengan Iran dan Suriah.

Menurutnya,  Presiden Donald Trump hanya akan menjadi penonton dari pinggir lapangan.

”Posisi Amerika dalah pendukung kami, namun AS saat ini hampir tidak memiliki pengaruh di lapangan. Amerika tidak memiliki sumbangsih di Suriah. (Negara) ini tidak ada dalam permainan,” katanya. 

“Harapannya adalah bahwa Rusia akan menghentikannya, karena saya rasa tidak ada yang ingin perang ini pecah,” ujarnya seperti dikutip Bloomberg, Senin (12/2/2018).

Oren menambahkan, pemerintah Israel berasumsi bahwa Rusia memiliki kemampuan untuk menahan Iran dan Suriah.

Setelah eskalasi pecah tiba-tiba di wilayah tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin langsung mengadakan percakapan telepon dengan membahas situasi yang memburuk.

Seperti diketahui, dalam percakapan telepon itu Putin meminta semua pihak termasuk Israel untuk menahan diri dan menghindari konfrontasi lebih lanjut.


”Pihak Rusia berbicara untuk menghindari langkah-langkah yang bisa mengarah pada babak baru konfrontasi berbahaya di wilayah tersebut,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Baca Juga:  Speedboat Milik Paskal Tentara Malaysia Meledak

Kementerian Luar Negeri Rusia juga telah mendesak masyarakat global untuk menghormati integritas dan kedaulatan Suriah dan tidak memperparah situasi di Timur Tengah.

”Moskow sangat prihatin dengan perkembangan dan serangan terakhir di Suriah. Bahaya meningkatnya ketegangan di dalam dan sekitar zona de-eskalasi, yang telah menjadi faktor penting dalam mengurangi kekerasan di Suriah, menjadi perhatian khusus,” kata kementerian itu.

Pada tanggal 10 Februari lalu Israel mengklaim bahwa salah satu serangannya telah menjatuhkan sebuah pesawat tak berawak (UAV) Iran yang meluncur ke Israel dari wilayah Suriah di Dataran Tinggi Golan. Setelah mencegat kendaraan tak berawak tersebut, jet-jet tempur Israel menggempur wilayah Suriah yang diyakini sebagai lokasi operator UAV Iran.

Militer Suriah yang tak terima dengan serangan Israel menyambutnya dengan rentetan tembakan rudal anti-pesawat. Rentetan tembakan itu salah satunya telah menjatuhkan sebuah pesawat jet tempur F-16. Pesawat tempur itu masih mampu bertahan sampai akhirnya jatuh di wilayah Israel dan pilotnya berhasil mengeluarkan diri meski mengalami luka serius.

Kehilangan jet tempurnya, Israel kembali membombardir wilayah Suriah. Setidaknya 12 serangan dilancarkan dengan target posisi pasukan Damaskus dan Teheran di Suriah. (sindonews)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan