Harga Pesawat Rafale Lebih Mahal Dari Su-35, Ini Perbandingan Keduanya

Wacana ketertarikan Indonesia pada pesawat Rafale buatan Prancis bikin beritanya ramai dibicarakan di sosial media.

Kabarnya, Menteri Pertahanan Prabowo tertarik untuk membeli 48 jet tempur Dassault Rafale buatan Prancis. Namun keputusan iya tidaknya, ada di tangan Presiden Joko Widodo yang akan menggelar rapat membahas rencana tersebut pekan depan.

Satu hal yang menggelitik di kepala netizen adalah, mampu enggak Indonesia membelinya? wong pembelian 11 jet tempur Sukhoi Su-35 aja sampai sekarang enggak jelas.

Sebagai perbandingan, Sukhoi Su-35 dan Rafale sejatinya sama-sama jet tempur generasi 4.5 yang punya kapabilitas multirole. Siap sebagai Fighter ataupun interceptor.

Namun untuk harga, jet tempur Rafale jauh lebih mahal dari Sukhoi Su-35. Untuk satu unit Rafale, harganya sebesar US$115 juta (setara Rp1,5 triliun; kurs 1US$=Rp13.163).
Sementara Sukhoi Su-35 hanya US$65 juta (Rp855 miliar).

Untuk spesifikasi, Rafale punya varian 1-2 kursi tergantung jenis varian. Sementara Sukhoi hanya punya 1 kursi saja, ini akan bikin susah kalau untuk latihan pilot baru.

Pada sistem avioniknya, Rafale menggunakan sistem Integrated Modular Avionic (IMA) yang digunakan juga terpasang di Lockheed Martin F-22 Raptor buatan Amerika.

Sedangkan Sukhoi Su-35 menggunakan teknologi MFI yang diklaim salah satu paling canggih di dunia karena dapat menerima, memproses, dan mengirimkan data dengan berbagai cara, baik itu grafik hingga angka.

Baca Juga:  Panglima TNI Terima Kunjungan Kasad Republik Korea di Mabes TNI

Dari sisi mesin, Rafale menggunakan dua mesin SNECMA M88 2 Turbofans dan memiliki tenaga 16.400 pound-force . Pesawat yang sempat mendarat darurat di Indonesia itu memiliki kecepatan terbang 2.150 kilometer per jam dan mampu terbang di ketinggian 55 ribu kaki.

Sementara Sukhoi Su-35 diketahui menggunakan dua mesin Saturn 117S dengan TVC nozzles. Meski harganya jauh lebih murah, Sukhoi Su-35 mampu menyemburkan tenaga sebesar 31.900 pound-force dan memiliki kecepatan maksimal 2.700 km per jam.

Kemampuan terbang Sukhoi Su-35 juga lebih tinggi karena mampu mencapai ketinggian 59.100 kaki.

Dari sisi eksterior, Rafale lebih mungil dari Shukoi Su-35 karena hanya memiliki panjang 15,2 meter. Bentang sayap pesawat itu juga hanya 10,8 meter. Sementara Sukhoi Su-35 terbilang besar karena memiliki panjang 21,9 meter dengan bentang sayap 15,3 meter.

Besarnya badan pesawat juga sebanding dengan jumlah bahan bakar yang mampu di bawa. Karena ukurannya lebih kecil, Rafale hanya mampu terisi bahan bakar sebanyak 11.924 liter. Sedangkan Sukhoi Su-35 mampu terisi sebanyak 16.694 liter.

Dari sisi jelajah, Rafale lebih unggul dari Sukhoi Su-35 karena mampu terbang hingga 3.704 kilometer. Sementara Sukhoi Su-35. sejauh 3.600 km.

Selain kalah daya jelajah, Sukhoi Su-35 juga kalah irit karena menghabiskan satu liter bahan bakar untuk 0,215 km. Sementara Rafale menghabiskan satu liter bahan bakar untuk 0,308 km.

Baca Juga:  Kemampuan Pesawat Tempur Buatan Indonesia dan Korea Selatan Tak Kalah dengan Buatan Barat

Untuk sisi persenjataan, Rafale dan Sukhoi Su-35 memiliki kemampuannya masing-masing. Rafale diketahui memiliki GIAT 30/719B kanon dengan 125 bulatan hingga rudal nuklir ASMP-A.

Sedangkan Sukhoi Su-35 dilengkapi sebuah Gryazev-Shipunov GSh-30-1 kanon berukuran 30 mm dengan 150 peluru hingga dua rel untuk peluru kendali infra merah Vympel R-73.

Terakhir, jarak minimal lepas landas Rafale diketahui 400 meter dan mendarat 450 meter. Sementara Sukhoi Su-35 sejauh 550 meter untuk lepas landas dan 670 meter untuk mendarat. Pendeknya jarak lepas landas Rafale lantaran jet tempur tersebut didesain untuk berpangkalan di darat dan kapal induk.