HARRIS Incar Pasar F-16 Asia Untuk Penjualan Perangkat Senjata Elektronika

Harris Corporation mempromosikan sistem peperangan elektronik (electronic warfare/ EW) ke angkatan udara di wilayah Asia Pasifik, dengan fokus khusus pada armada Lockheed Martin F-16.

Perusahaan melihat tiga bidang utama yang menjadi fokus EW di antara negara-negara di kawasan ini yaitu; kesuksesan misi dalam perebutan wilayah (mission success in contested domains), kewaspadaan di laut (marine awareness in congested seas), dan komunikasi di medan perang.

Elemen kunci dari penawaran perusahaan adalah AIDEWS (Advanced Integrated Defensive Electronic Warfare Suite). Berdasarkan ALQ-211 perusahaan, sistem ini dapat dipasang secara internal di new-build F-16, atau ditempatkan di pod untuk pesawat lawas.

Andy Dunn, divisi pengembangan bisnis untuk EW perusahaan Harris, mengatakan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik telah mendorong minat regional yang lebih besar dalam menggunakan EW.

Harris mengincar peluang khusus terkait kesepakatan pengadaan F-16 baru, serta upgrade. Indonesia, khususnya sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi pesawat tempur tambahan. Dunn juga menyentuh isu ekspor seputar EW.


“Peperangan elektronik adalah teknologi sensitif dan selalu ada kekhawatiran mengenai kompatibilitas, operasi koalisi, dan konsistensi dengan hal-hal seperti database,” katanya.


“Di negara-negara di mana AS melakukan operasi koalisi … selalu menjadi perhatian untuk memastikan bahwa ketika sebuah pesawat sekutu mendeteksi sebuah ancaman, baik pasukan AS maupun mitra melihat ancaman tersebut dengan cara yang sama persis dan ini semua dilengkapi dengan database. Perhatian yang sama pentingnya adalah memastikan tidak adanya EW fratricide, saat Anda bertentangan dengan kekuatan koalisi. EW adalah kemampuan kunci untuk pesawat terbang, dan perlu ada konsistensi di antara pesawat koalisi,” sebagaimana dilansir dari Flight Global (05/02).

Baca Juga:  Israel Rilis Rudal Rafael Spice 1000 Terbaru

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan