Harry, Pangeran Tempur Kerajaan Inggris Yang Mengagumkan

Dunia baru saja diramaikan dengan pernikahan Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris. Inilah salah satu Royal Wedding yang banyak dinantikan.

Salah satu alasanya, karena sosok Pangeran Harry adalah benar-benar sosok lelaki petarung sejati, seorang prajurit dan gladiator tak takut mati di medan tempur.

Sosok kejantananya yang ‘berani mati’ itu cukup langka di kalangan Bangsawan Inggris. Harry pernah turun langsung bertempur di garis depan saat bertugas di Irak (2006) dan Afghanistan (2008/ 2013).

Sebagai Pangeran Inggris, secara otomatis jika usianya sudah memenuhi syarat baik Pangeran Harry maupun kakaknya Pangeran William, akan menjalani pendidikan di Akademi Militer Kerajaan Inggris (Royal Military Academy Sandhurst) dan setelah lulus dengan pangkat perwira remaja, kemudian bertugas di satuan Household Cavalry’s Blues and Royals.


Di satuan elit kavaleri Kerajaan Inggris itu, Pangeran Harry mendapat keterampilan taktik perang kavaleri menggunakan tank, taktik perang infanteri, taktik pengintaian, berkoordinasi dengan para pilot heli tempur, dan lainnya.

Sebagai Pangeran Inggris yang telah dibentuk sebagai personel pasukan tempur, demi menjamin keselamatannya, para Pangeran Inggris sebenarnya tidak harus turun ke medan perang yang sesungguhnya. Namun Harry berbeda, pangeran satu ini memilih turun gelanggang.

Tapi militer Inggris sendiri tidak melarang para Pangeran Kerajaan Inggris jika ingin bertugas di medan perang dengan resiko gugur di medan tugas.

Pangeran Kerajaan Inggris yang tercatat pernah turun ke medan perang yang sesungguhnya adalah Pangeran Andrew, ketika Inggris berperang melawan Argentina untuk memperebutkan pulau Malvinas (1982).

Sejak Perang Malvinas tidak ada lagi Pangeran Inggris yang turun ke medan perang.

Tapi keberanian Pangeran Harry turun di medan perang Irak dan Afghanistan untuk mendukung perang terorisme global yang dimotori oleh militer AS, telah membuatnya menjadi Pangeran Inggris kedua yang bermental berani mati di medan laga.

Ketika bertugas di medan perang, Kerajaan Inggris berusaha keras merahasiakan misi tempur Pangeran Harry tapi ketika media akhirnya tahu dan meliput, masyarakat Inggris pun gempar sekaligus khawatir.

Baca Juga:  China Sebut Singapura Munafik

Pangeran Harry di Irak. Foto: Daily Mail
Pasalnya kehadiran Pangeran Harry di medan telah menjadi target para teroris untuk diculik atau bahkan dibunuh. Harry pun diam-diam ditarik dari Irak.


Namun pada tahun 2008 dan 2013, Pangeran Harry kembali bertugas tempur di Aghanistan.

Pengeran Harry bertempur sebagai prajurit biasa di garis depan di Afghanistan. Foto: Daily Mail
Kali ini kehadiran Pangeran Harry di medan perang lebih terang-terangan dibandingkan ketika dirinya bertugas di Irak.

Selain bertugas sebagai operator senapan mesin (2008), Pangeran Harry yang mengaku pernah membunuh Taliban itu juga bertugas sebagai pilot heli tempur WAH-64D Apache (2013).

Sebagai pilot heli tempur Apache, Pangeran Harry merupakan pilot yang mahir setelah mendapat pendidikan terbang selama 3 tahun di Inggris dan California, AS.

Selama berkarier di militer Kerajaan Inggris kurang lebih 10 tahun, Pengeran Harry telah berhasil meraih pangkat Kapten.

Meski merupakan pilot heli tempur, Pangeran Harry yang suka tampil ‘urakan’ itu, memilih menggunakan seragam militer dari Satuan Kavaleri Kerajaan Inggris ketika menikah dengan Meghan Markle’s.

Tergila-gila pada Dunia Militer, Siapa Sangka Pangeran Harry Ternyata Seorang Personel Pasukan Antiteror

Dibandingkan Pangeran William, Pangeran Harry lebih menyukai dunia militer bahkan bisa dikatakan sampai tergila-gila dengan dunia itu.

Oleh karena itu ketika pertama kali bergabung dengan Akademi Militer Kerajaan Inggris untuk dididik sebagai perwira pasukan kavaleri (Royal Military Academy Sandhurst/RMAS), Harry tidak mendapat perlakukan istimewa.

Ia tetap menjalani pendidikan keras ala pasukan SAS di Sandhurst selama 44 minggu yang diakhiri dengan minggu neraka (hell week) selama 3 minggu demi mencetak para perwira remaja Inggris yang mahir bertempur dan bermental baja.

Latihan fisik yang harus dijalani Pangeran Harry antara lain lari dengan beban sekitar 20 kg sejauh lebih 20 km, taktik perang infanteri, beladiri tangan kosong dan meggunakan senjata tajam, serbuan komando menggunakan bayonet, dan lainnya.

Baca Juga:  Sayap Rudal AIM-120C-7 di F-15 Jepang Terjatuh saat Coba Cegat Pesawat Tak Dikenal

Karena menunjukkan kemampuan tinggi dalam pendidikan militer di RMAS, Harry juga menjalani pendidikan sebagai pasukan antiteror bersama pasukan khusus SAS Inggris serta SAS Australia.

Tujuan Harry melaksanakan latihan antiteror itu adalah agar bisa menguasai teknik pertempuran di darat, laut, dan udara secara profesional.

Sebagai pasukan yang terlatih Harry kemudian nekat menjalani misi tempur di Irak dan Aghanistan serta sempat terlibat beberapa kali pertempuran sengit.

Di Irak, Harry yang memang sangat menyukai dunia petualangan dan peperangan bahkan diam-diam ikut misi tempur pasukan khusus SAS.

Pangeran Harry juga menunjukkan semangatnya yang luar biasa ketika dirinya menjalani latihan pendidikan terbang menggunakan heli tempur Apache baik yang berlangsung di Inggris maupun Amerika (2011)

Khusus pendidikan terbang tempur menggunakan Apache di Naval Air Facility El Centro dan Bend Air Force Auxiliary Air Field in Arizona, Harry mendapat ketrampilan menggunakan persenjataan yang dimiliki heli Apache seperti roket, rudal penghancur tank Hellfire, senapan mesin Gatling, dan berbagai manuver ekstrem dalam peperangan.

Setelah mahir bertempur menggunakan Apache, Harry pada 2012 kembali minta ditugaskan bertempur di Helmand, Afghanistan demi mempraktekkan kepiawaiannya.

Tugas utama Harry sebagai pilot Apache adalah memberikan pengawalan terhadap penerbangan heli-heli Chinook Inggris dan menghantam pasukan Taliban yang bersembunyi di gunung-gunung.

Selama 4 bulan bertugas sebagai pilot heli Apache, Harry dikenal sebagai pilot yang memiliki kemampuan mengagumkan.

Tapi karena peran Harry lebih dibutuhkan di Kerajaan Inggris, setelah 10 tahun bertugas di militer Harry memutuskan ‘pensiun’ pada Juni 2015.

Peran Harry di Kerajaan Inggris menjadi makin optimal setelah menikah dengan Meghan Markle dan mendapat gelar Duke and Duches of Sussex (19/5/2018).

Sumber: TSM/Intisari

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan