Helikopter Apache Amerika Serikat Jatuh, 2 Personel Tewas

Sebuah helikopter Apache AH-64E milik Amerika Serikat dikabarkan jatuh dan menewaskan 2 prajurit. Kecelakan tersebut terjadi di dekat pangkalan militer Fort Campbell, Kentucky, AS.

“Pada sekitar 21.50 Jumat malam, dua tentara dari 101 Aviat Aviation Brigade (Divisi Airborne ke-101) tewas dalam kecelakaan helikopter Apache AH-64E di area pelatihan lokal di Fort Campbell. Nama korban tidak akan dirilis sampai 24 jam setelah pemberitahuan keluarga terdekat selesai,” bunyi pernyataan militer.

“Ini adalah hari kesedihan bagi Fort Campbell dan Airborne ke-101,” imbuh Brigadir Jenderal Todd Royar, wakil komandan jenderal Divisi Airborne ke-101.


Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan pesawat milik Amerika Serikat. Sebelumnya, pesawat tempuer F-16 juga jatuh. Ketua Komite Layanan Bersenjata Parlemen AS, Mac Thornberry, menyebut kematian dua tentara dalam kecelakaan helikopter Apache di Kentucky sangat memilukan, terlebih hanya berselang beberapa hari dari rentetan insiden serupa.

“Berduka atas hilangnya para pria dan wanita kami yang berseragam,” katanya.”Kematian tragis pasukan yang tewas dalam kecelakaan penerbangan selama sebulan terakhir sangat memilukan,” ujarnya.

“Apa yang telah terbukti bagi saya untuk beberapa waktu sekarang menjadi jelas bagi rakyat Amerika. Kesiapan militer kita berada pada titik krisis,” katanya.


Komentar Thornberry muncul setelah serangkaian kecelakaan udara militer AS dalam beberapa hari terakhir. Total sudah ada tujuh anggota layanan militer AS tewas dalam rentetan kecelakaan pesawat jet tempur dan helikopter militer.

Baca Juga:  MBDA Aster 30 Kini Terintegrasi dengan Payung Pertahanan Udara Singapura

Dia menekankan kepada Pentagon untuk menjadikan rentetan kasus kecelakaan ini sebagai prioritas tertinggi.

“Kongres memberikan suara untuk memberi pasukan kami dana yang mereka butuhkan untuk mulai mengubah krisis ini,” katanya, seperti dikutip CNN, Minggu (8/4/2018). “Tidak ada prioritas yang lebih tinggi untuk Departemen Pertahanan ketimbang memastikan bahwa pesawat kami aman dan pilot mendapatkan pelatihan yang mereka butuhkan.”

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan