Helikopter King Stallion Siap Jalani Debut di Jerman

Helikopter angkut kelas berst CH-53K King Stallion akan menjadi debut di pameran ILA Berlin Air Show pada akhir bulan ini (25 April – 29 April). Helikopter ini buatan pabrikan Sikorsky, anak perusahaan Lockheed Martin, Amerika Serikat.

Proses pengirimanya diangkut menggunakan pesawat angkut jumbo C-17 Globemaster ke pengakalan NATO di Jerman.

Keing Stallion sebelumnya sudah melakukan tes terbang dan kemampuan angkutnya di Sikorsky Development Flight Center di West Palm Beach, Florida, sebelum keberangkatannya ke Jerman. Hasilnya, program CH-53K berhasil meraih sertifikasi Air Transportability Test Loading Activity dari Angkatan Udara AS.

Kru Sikorsky yang terlatih membongkar sebagian helikopter CH-53K, memasukkannya ke kabin C-17 dan kemudian menurunkan helikopter sementara perwakilan dari Naval Air Systems Command dan U.S. Marine Corps mengamati latihan tersebut.

Program uji CH-53K King Stallion baru-baru ini menyelesaikan catatan sebagai berikut: berat maksimum beban kargo pada single-point cargo hook sling sebesar 36.000 pon (16.329 kg); kecepatan terbang 200 knot; angle of bank turns 60 derajat; slope landings and takeoffs 12 derajat; kemampuan auto-jettison beban eksternal; dan uji tembak. Pencapaian ini diraih hanya beberapa minggu sebelum Sikorsky mengantarkan helikopter CH-53K pertama ke Marinir AS.


Helikopter akan tetap berada di Pangkalan Udara Holzdorf, sebuah lapangan terbang militer yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe), hingga dimulainya ILA Berlin Air Show. CH-53K akan memamerkan kemampuannya, kemampuan manuver dan teknologi fly-by-wire canggih selama penerbangan demonstrasi di acara airshow tersebut.

Baca Juga:  Gripen E Terbaru Sukses Tes Terbang Perdana

Berbagai piranti teknologi terbaru disematkan pada CH-53K. Pihak produsen sendiri juga memastikan keandalan, perawatan rendah, kesiapan yang tinggi, dan peningkatan kemampuan survivabilitas di pangkalan operasi depan dengan kondisi yang paling berat dan jauh.


Helikopter CH-53K akan menjadi pilihan terbaik untuk menyelesaikan misi seperti bantuan kemanusiaan, angkut pasukan, evakuasi korban, dukungan pasukan operasi khusus, dan search and rescue tempur. Apa pun misinya, pesawat itu akan memberikan tingkat keselamatan tertinggi bagi awak dan penumpangnya dalam semua kondisi.(defence-blog.com/TSM)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan