Helm Seharga 5 Milyar Milik Pilot F-35 Masih Gagal Lolos Test Uji

Helm Pilot Pesawat F-35 yang dihargai 5 Milyar masih gagal lolos uji.

Update software untuk membuat helm canggih Joint Strike Fighter (JSF) F-35 agar lebih mudah digunakan oleh pilot saat mendarat di kapal induk pada malam hari ternyata masih belum sukses, diklaim masih membuat pandangan pilot terlalu pendek dari tanda yang terbaca, menurut pernyataan pejabat eksekutif Kantor Program Bersama F -35, pada hari Senin (19/12/2016).

Hal tersebut didapat dari uji coba salah satu varian kapal induk F-35C Angkatan Laut dan F-35B Korps Marinir sebagai varian “jump jet” Didapat hasil bahwa helm mahal seharga 400.000 dolar AS (sekitar 5,3 milyar rupiah) itu masih mengganggu bagi pilot untuk mendarat di kapal induk atau kapal amfibi dalam kondisi rendah cahaya, demikian seperti diungkap oleh Panglima Angkatan Udara, Letjend. Christopher Bogdan kepada wartawan.

Selama perkembangan ujicoba tahap akhir untuk F-35C di kapal induk George Washington pada bulan Agustus 2016, para pejabat mengatakan bahwa mereka menguji beban software baru yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah “cahaya hijau” ini, yang dapat membuat sulit bagi pilot untuk mendeteksi sumber cahaya luar dan isyarat yang mereka butuhkan untuk mendaratkan pesawat dengan aman diatas kapal induk.


Sementara para pilot penguji berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan pada waktunya. (Defense Aerospace)

Baca Juga:  Inggris Berencana Tawarkan Kapal Induk Helikopter HMS Ocean (L12) ke Indonesia

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan