HRW: 300 Desa Rohingya Hancur di Myanmar Sejak Agustus 2017

Badan HAM Dunia, Human Rights Watch (HRW) mengklaim jika ada hampir 300 desa minoritas Muslim Rohingya  di Myanmar telah dibakar dan dihancurkan sejak konflik terbaru meletus di negara bagian Rakhine.

HRW sendiri mengklaim bila laporan mereka valid karena berdasarkan data citra satelit yang merekam sedikitnya 288 desa di Rakhine tampak hancur atau terbakar sejak konflik bermula pada 25 Agustus 2017.

Kerusakan terbesar terjadi di kota Maungdaw, yang menyumbang sekitar 90 persen daerah dimana terjadi penghancuran secara massif terjadi antara 25 Agustus dan 25 September.


Phil Robertson, deputi direktur HRW Asia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tentara telah melakukan banyak kejahatan selama tindakan keras di wilayah yang dilanda kekerasan tersebut.

“Militer Birma menghancurkan ratusan desa Rohingya saat melakukan pembunuhan, pemerkosaan, dan kejahatan lainnya terhadap kemanusiaan yang memaksa Rohingya melarikan diri untuk hidup mereka,” kata Robertson, dilansir Press TV, Selasa (17/10/2017).
“Citra satelit terbaru ini menunjukkan mengapa lebih dari setengah juta orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh hanya dalam waktu empat minggu.”

PBB mengatakan pada hari Selasa bahwa sekitar 582.000 pengungsi Rohingya telah meninggalkan rumah mereka di Myanmar dan tiba di Bangladesh sejak akhir Agustus.

Badan dunia juga memperingatkan bahwa ribuan lainnya terdampar di perbatasan.


Arus pengungsi yang belum pernah terjadi sebelumnya telah memberi tekanan besar pada otoritas dan badan amal Bangladesh. Mereka menggambarkan krisis tersebut sebagai salah satu keadaan darurat kemanusiaan yang paling mendesak di dunia.

Baca Juga:  Rudal Kalibr Rusia Hancurkan Benteng Amunisi ISIS

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan