Hukuman Unik Bagi Pencuri Pada Suku Boti di Timor Tengah Selatan

Seorang Bangsawan Suku Boti. Foto: Erna Gunawan

Berbeda dengan di tempat lain di Indonesia, untuk menyelesaikan pelanggaran hukum terhadap pencurian pada masyarakat Boti, sangat unik.

Jika seseorang kedapatan mencuri ayam, maka warga akan segera memberinya ayam. Jika seseorang mencuri pisang, maka warga akan segera mengirim pisang, bahkan membantu beramai-ramai menanam pisang di pekarangan Sang Pencuri. Pencuri di sini tak dihakimi dengan kekerasan fisik atau pun diseret ke pengadilan. Dan akhirnya, Sang Pencuri pun malu sendiri.

Orang Boti beranggapan, orang mencuri karena mereka tidak memperhatikan kehidupan Sang Pencuri. Mereka sangat malu jika saudaranya atau tetangganya kelaparan dan mencuri. Sebagai saudara, sudah selayaknya saling membantu saudaranya yang lapar dan membutuhkan.

Ajaran ini tak lepas dari salahsatu ajaran tradisi Suku Dawan yang menjadi salahsatu suku besar Pulau Timor – dan dipertahankan di Boti. Suku Boti, salahsatu dari masyarakat Dawan itu. Itulah sebabnya, di Kupang, dan hampir di seluruh Timor Barat, nyaris tak akan ditemukan seorang pengemis pun dari kalangan mereka. Karena, menjadi pengemis adalah perbuatan yang sangat memalukan dan aib bagi seluruh keluarga. Mengemis saja sangat memalukan, apalagi mencuri

Baca Juga:  Bikin Tablig Akbar Saat Lockdwon, Polisi India Tangkap Pemimpin Jamaah Tabligh

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan