Ikuti Amerika, Inggris Kembangkan Senjata Laser

Kementrian Pertahanan (Kemhan) Inggris diberi anggaran senilai 30 juta poundsterling (Rp492 miliar) untuk memproduksi senjata laser. Menurut admiral Sir George Zambilas, KASAL Inggris, Senjata Laser ditargetkan rampung pada pertengahan 2020 dan dipasang lebih dulu salah satu kapal perang AL Inggris.

Menurut berita yang dilansir The Guardian, dalam kontrak tersebut, disebutkan bahwa senjata laser akan diperuntukan untuk semua matra. Laser diharapkan mampu menghancurkan sasaran berupa drone, rudal dan target lainya. Untuk Angkatan Darat dan Laut diharapkan sudah memakainya pada pertengahan 2020 sedangkan untuk Angkatan Udara pada 2030.

Senjata laser telah lama menjadi imajinasi karena kesuksesan film-film fiksi seperti James Bond dan Star Wars. Tahub 2014, Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim sukses membuat senjata laser yang ditempatkan pada moncong pesawat yang diklaim bisa mengahncurkan sasaran di darat dan udara. 


A US prototype laser aircraft gun in 2007. Photograph: Barcroft Media/theguardian
Kontrak senjata laser Inggris dipegang oleh konsorsium perusahaan pertahanan Eropa. Prototipe itu akan dinilai kinerjanya untuk melacak target di jarak berbeda dan kondisi cuaca beragam di darat dan air.

Peter Cooper dari kantor pusat Laboratorium Sains dan Teknologi Pertahanan Inggris (DSTL) mengatakan, proyek ini dikembangkan berdasar penelitian inovatif dalam penggunaan laser berkekuatan tinggi sehingga potensi teknologinya dapat dimengerti.

“Ini dapat memberikan respons lebih efektif terhadap ancaman yang muncul yang harus dihadapi angkatan bersenjata Inggris,” ungkap Cooper, dilansir BBC . Kemhan Inggris tengah membahas kesepakatan dengan konsorsium yang disebut UK Dragonfire tersebut selama beberapa bulan.

Sekarang secara resmi konsorsium itu diumumkan sebagai kontraktor pemenang. Konsorsium UK Dragonfire terdiri atas beberapa perusahaan yakni MBDA, Qinetiq, Leonardo-Finmeccanica GKN, Arke, BAE System, dan Marshall ADG.

Juru bicara Kemhan Inggris menjelaskan, teknologi itu tidak dikembangkan untuk menghadapi ancaman khusus apa pun, tapi menilai apakah senjata itu dapat memberi kemampuan pada Angkatan Bersenjata. Meski demikian, secara umum senjata itu dapat digunakan untuk menghancurkan pesawat drone, rudal, mortir, ranjau jalan, dan berbagai ancaman lain.

Militer Amerika Serikat (AS) telah bereksperimen dengan laser berkekuatan tinggi selama beberapa dekade. Kendati demikian, hingga sekarang kendala teknis masih mencegah mereka menggunakannya di garis depan pertempuran.

Adapun Angkatan Laut AS telah menguji sistem senjata laser yang disebut Laws di kapal USS Ponce saat dikerahkan ke Teluk Arab pada 2014. Senjata itu menargetkan satu kapal kecil yang diarahkan bergerak menuju kapal Angkatan Laut dan menembak drone kecil di udara.

Kepala Akuisisi Pertahanan Inggris Harriet Baldwin mengatakan, proyek semacam ini akan menjaga negaranya tetap terdepan. Jika demonstrasi teknologi itu sukses, senjata laser pertama akan digunakan pada pertengahan 2020-an.

sumber: theguardian.com

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan