Ikuti Indonesia, Malaysia Pilih Radar Scanter Denmark

Angkatan Laut Tentara Diraja Malaysia (TDM) memilih radar Terma Scanter 6000 buatan Denmark sebagai radar navigasi dan kendali helikopter untuk dua kapal frigat kelas Lekiu milik TDM yang lagi upgrade senjata dan memperpanjang usia pakai
Ini adalah kontrak jual beli kedua yang diperoleh perusahaan asal Denmark itu yang ditandatangani selama acara Euronaval di Paris, kontrak pertama pembelian dilakukan oleh Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Indonesia.

Dua frigat kelas Lekiu berbobot 2.270 ton diresmikan pada tahun 1999 dan sekarang menjalani program upgrade  mid-life modernization untuk memodernisasi sistem senjata dan pertahanan dan memperpanjang masa pakai. Radar akan diintegrasikan dengan sistem display Northrop Grumman Sperry Marine Vision Master automatic radar plotting aid (ARPA).

Menurut Jesper Tolstrup, direktur aplikasi radar Terma, radar Scanter 6000 mempunyai resolusi yang tinggi yang akan memungkinkan frigat untuk mendeteksi dan melacak sasaran berukuran kecil – dari cakrawala hingga ke kapal itu sendiri – di permukaan dan ruang udara ketinggian rendah, dan dalam segala kondisi cuaca.

“Selain untuk pengawasan dan navigasi, radar tersebut juga memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengendalikan helikopter. Hal ini sangat penting bagi pesawat yang tidak memiliki radar sendiri, yang memungkinkan untuk melakukan approach dan pendaratan di kapal atau di lokasi terpencil, dan melakukannya dengan aman dalam kegelapan, visibilitas yang rendah, atau kondisi laut yang buruk,” kata Tolstrup.

Baca Juga:  Warga Arab Dilarang Bersimpati Pada Qatar, Bisa Dikenakan Hukuman Penjara 15 Tahun

“Scanter 6000 juga akan memberikan data masukan ke sistem tempur BAE System Nautis pada kapal frigat itu,” kata Tolstrup.


AL Malaysia juga telah memilih Scanter 6000 untuk dua multi-purpose common support ship (MPCSS) terbarunya. “Instalasinya mirip pada kapal frigat dengan display ARPA dan radar,” kata Tolstrup.


Scanter 6000 adalah solid state radar koheren X-band 2D yang dirancang sebagai solusi radar segala cuaca yang terjangkau yang mengisi kesenjangan antara radar navigasi laut standar dan sistem radar pengawasan militer yang mahal. (navaltoday)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan