India Akan Bantu Indonesia Kembangkan Kapal Selam

India menyetujui untuk memberikan pelatihan kapal selam bagi Indonesia sebagai bagian dari kerjasama bilateral sektor pertahanan. 

Selama kunjungan Menteri Pertahanan Mohan Kumar ke Asia Tenggara, kedua negara juga telah menyepakati bekerja sama di bidang industri pertahanan dan memperluas kerjasama militer. Mohan Kumar sendiri mengunjungi Indonesia pada 17-18 Januari dan Singapura pada tanggal 19 Januari.

India telah berpengalaman bekerjasama dengan negara ASEAN, sebelumnya mereka telah melatih pelaut Vietnam dalam mengoperasikan kapal selam kelas Kilo dan pilot pesawat tempur Su-30, dua platform alutsista Rusia yang telah dioperasikan India sejak lama dan dalam jumlah besar. Langkah ini juga bagian dari upaya India untuk lebih banyak terlibat di kawasan ASEAN sebagai bagian dari kebijakan ‘Act East’.


“Pada hubungan militer ke militer, kehadiran pelatihan Angkatan Darat telah diperluas ke tingkat perusahaan. Kedua belah pihak telah sepakat untuk memulai latihan Angkatan Udara dan juga memperluas kerjasama maritim, yang meliputi pelatihan kapal selam Angkatan Laut dan sebagainya,” kata narasumber pertahanan, pada laman berita The Hindu.

Menurut kantor berita The Hindu, India telah mengamati bahwa industri pertahanan Indonesia memiliki kekuatan di beberapa sektor dan memiliki banyak kesamaan seperti India, di mana sebagian besar didominasi oleh Sektor Usaha Publik.
“Kita bisa melakukan (membangun) beberapa komponen dan sub-rakitan untuk mereka. Mereka juga tertarik pada beberapa teknologi,” kata narasumber The Hindu yang dirahasiakan. Diskusi terkait kerjasama pertahanan itu sedang berlangsung.

Baca Juga:  Kapal Layar Latih KRI Bima Suci Diresmikan Kasal di Spanyol

Sampai saat ini, baru ada kesepakatan antara Tata Motors dengan PT Pindad yang rencananya akan mengembangkan panser dengan 8 roda. Besar kemungkinan adalah TATA Kestrel yang akan diproduksi di Indonesia dengan nama Anoa 8x.

Presiden Indonesia Joko Widodo telah mengunjungi India pada bulan Desember tahun lalu dan kedua belah pihak telah sepakat untuk “menyimpulkan Perjanjian Kerjasama Pertahanan bilateral substantif” dan “mengeksplorasi kolaborasi antara industri pertahanan untuk melakukan produksi bersama peralatan dengan transfer teknologi.”

Indonesia sendiri telah mendapat transfer teknologi dari Korea Selatan tapi hanya dalam hal merakit kapal selam Chang Bogo saja. Sedangkan proses produksi kapal selam tersebut tetap dilakukan di Korea Selata. Bantuan dari India ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan Indonesia dalam membuat kapal selam sendiri.

1 Komentar

  1. kenyataan pahit “dalam hal merakit kapal selam Chang Bogo saja.” apa yg di besar besarkan dan di sanjung sanjung ke bpk besar ternyata hanya dpt TOT merakit!!!sudah dpt di pastikan sptnya proyek KFX pun kita hanya menjadi penjahit kodian T-T. lebih baik ambil pespur gripen!!

Tinggalkan Balasan