India Borong Drone Heron dengan Rudal Anti-Tank Spike dari Israel

Angkatan Udara India berencana untuk membeli drone pengintai Heron dan rudal anti-tank Spike dari Israel untuk meningkatkan kemampuan pengawasan dan daya tembaknya, terutama di kawasan sengkata dengan China.

Menurut sumber pemerintah India pada kantor berita ANI, UAV Heron perlu diakuisisi untuk menambah jumlah armada drone yang ada untuk memenuhi kebutuhan armada Angkatan Udara India.

Wahana udara tak berawak (UAV) Heron sudah ada di Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat India dan tengah digunakan secara luas saat ini oleh baterai pengintai dan pencari sasaran Angkatan Darat India serta Angkatan Udara India di sektor Ladakh.

Militer India juga tengah berusaha mendapatkan versi UAV bersenjata, serta meningkatkan armada yang ada menjadi UAV tempur di bawah ‘Proyek Cheetah’ yang ambisius yang dipelopori oleh Angkatan Udara India.

IAI Heron adalah medium-altitude long-endurance unmanned aerial vehicle (MALE UAV) yang dikembangkan oleh divisi Malat dari Israel Aerospace Industries.

Drone ini mampu beroperasi hingga durasi 52 jam pada ketinggian mencapai 10,5 km (35.000 kaki). Meskipun mampu terbang terus-menerus selama 52 jam, durasi penerbangan maksimal operasional efektifnya kurang dari itu, tergantung bobot muatan dan profil penerbangan. Versi pengembangannya adalah Heron TP, yang juga dikenal sebagai IAI Eitan.

Heron bernaavigasi menggunakan perangkat navigasi GPS internal, dan profil penerbangan yang diprogram sebelumnya, kendali manual dari stasiun kendali darat, atau kombinasi keduanya. Heron dapat secara mandiri kembali ke pangkalan dan mendarat jika terjadi kehilangan komunikasi dengan stasiun kendali darat. Sistem ini memiliki peluncuran dan pendaratan yang sepenuhnya otomatis dan kemampuan segala cuaca.

Baca Juga:  Jika AS Serang Suriah Lagi, Rusia dan Iran Siap Membalas

Heron dapat membawa serangkaian sensor, termasuk kamera termografik (inframerah) dan kamera pengawasan udara visible-light, sistem intelijen (COMINT dan ELINT) dan berbagai sistem radar, dengan total hingga 250 kg (550 lb). Heron juga mampu melakukan pencarian sasaran dan penyesuaian bidikan artileri.

Sumber : airrecognition.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan