India Gagal Dapatkan Transfer Teknologi Suku Cadang Sukhoi

Perjanjian kontrak kerjasama eksklusif antara India dan Rusia tentang pengadaan suku cadang Sukhoi Su-30MKI yang ditandatangani bulan kemarin, ternyata tidak disertai transfer teknologi. Demikian pernyataan parlemen India pada Selasa 11/04/2017.

“Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) telah meneken kontran dengan perusahaan suku cadang asal Russia, United Aircraft Corporation (UAC) dan United Engine Corporation (UEC) untuk jangka panjang guna pegadaan suku cadang dan perawatan pesawat tempur Su-30 MKI. Kontrak tersebut detailnya untuk pengadaan suku cadang dalam jangka panjang dan sedangkan untuk bantuan servis perawatan hanya untuk jangka waktu 5 tahun saja dan tanpa perjanjian transfer teknologi,” demikian pernyataan tertulis dari Menteri Pertahanan India Subhash Bhamre seperti dilansir media The Rajya Sabha.

Perjanjian itu ditandatangi dalam acara “Indo-Russia Military-Industrial Conference” yang digelar pada 17-18 Maret.

Dalam perjanjian tersebut, HAL diijinkan untuk memesan langsung spare part Sukhoi Su-30MKI langsung ke produsen pembuatnya dengan harga sesuai permintaan pembuat tanpa ada tambahan biaya ke makelar UAC. 

Sedangkan dengan UEC, HAL akan diijinkan untuk mengekspor mesin Sukhoi Su-30 secara utuh langsung dari produsenya untuk kelangsungan Su-30MKI yang dirakit seutuhnya di India. Dua perusahaan Rusia ini memang memonopoli bisnis suku cadang pesawat buatan Rusia. Semua ekspor suku cadang dan mesin harus melalui keduanya.

Pesawat tempur garis depan India, Sukhoi Su-30MKI dan MiG-29 mengalami kesulitan suku cadang yang membuat kesiagaan terbangnya menjadi rendah.

Baca Juga:  Rusia dan Uni Emirat Arab Sepakat Bekerja Sama Mengembangkan Jet Tempur Generasi Ke-5

Pada Desember 2015 setelah diaudit, hanya 55 persen dari total 200unit Su-30MKI milik AU India yang siap terbang, padahal normalnya hanya 75% saja.


Pada Januari 2017, Menteri Pertahanan mengklaim bahwa pesawat Su-30MKI yang siap terbang telah naik jadi 60% dan sekarang sudah di angka 65%./


sumber: idrw.org

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan